JagoSatu.com - Isu baterai Pixel kembali menghantui, dan kali ini korbannya adalah Pixel 10 Pro Fold. Google kayaknya nggak pernah bisa istirahat dari masalah hardware, ya?
YouTuber JerryRigEverything menguji ketahanan ekstrem ponsel lipat ini, dan hasilnya sangat kacau. Saat dibengkokkan, baterainya langsung mengembang, panas, meledak, hingga memicu alarm kebakaran.
Dilansir The Verge, insiden ini terjadi setelah ponsel disiksa secara ekstrem. Nelson sengaja melipat layarnya ke belakang hingga rusak parah. Walau bukan pemakaian normal, ini tetap citra buruk bagi Google.
Menurut Nelson, meski penyiksaannya ekstrem, ini kejadian pertama. Selama sepuluh tahun menguji ponsel, baru Pixel 10 Pro Fold yang sampai 'terbakar habis'. Momen kehancuran super dramatis inilah yang membuatnya viral.
Hingga kini Google belum berkomentar. Namun, ini bukan masalah baterai pertama mereka, mengingat sebelumnya ada update untuk mengatasi risiko panas berlebih di Pixel 6A dan 4A.
Anehnya, iFixit tidak terlalu khawatir. Dikutip dari The Verge, mereka menyebut ledakan termal adalah "risiko yang wajar dari baterai Li-ion." Tapi pertanyaannya, kenapa hanya terjadi pada Pixel ini?
iFixit menduga Nelson tidak mengosongkan baterai sebelum pengujian. Mereka menyarankan baterai di bawah 25% demi keamanan. Tapi, mana ada orang kepikiran mengosongkan baterai dulu sebelum HP-nya rusak tak sengaja?
Ledakan termal terjadi saat lapisan isolasi baterai rusak dan menyebabkan korsleting. Inilah alasan kenapa jangan pernah mengoprek baterai lithium-ion yang terisi, karena bisa jadi "bantal pedas".
Masalahnya tak cuma itu, ponsel ini juga gagal uji ketahanan debu. Saat debu dimasukkan ke engselnya, terdengar suara 'kriuk' yang mengerikan. Gagalnya rating IP adalah cacat desain yang serius.
Nelson menyebut kegagalan engsel ini "cukup memalukan". Untuk ponsel yang diklaim sebagai "ponsel lipat paling tahan lama" oleh Google, ini jelas sebuah blunder fatal.
Dilansir The Verge, Pixel 10 Pro Fold jadi 'ponsel pertama yang hancur total' dalam pengujian Nelson. Kegagalan fatal ini bisa menutupi semua keunggulan performa yang ditawarkannya.
Seharusnya Google lebih berhati-hati dalam desainnya, terutama penempatan baterai dekat area lipatan. Perangkat lipat harusnya kuat, tapi yang satu ini terkesan dirancang dengan terburu-buru.
Kombinasi baterai yang meledak dan engsel yang ringkih ini sangat mengkhawatirkan. Untuk ponsel sekelas flagship, daya tahannya terasa ringkih banget.
Insiden ini menyoroti risiko bawaan baterai lithium-ion saat mendapat tekanan fisik ekstrem. Kita butuh teknologi baterai yang lebih aman, terutama untuk perangkat fleksibel seperti ini.
Google punya PR besar untuk memperbaiki masalah ini sebelum ponselnya dirilis luas. Nah, menurut kalian, apakah insiden ini bakal bikin kalian ragu buat beli ponsel lipat Google? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung