JagoSatu.com - HP Android kasta tertinggi bakal makin kencang tahun ini dengan dukungan RAM LPDDR6, meski harganya diprediksi naik. Hanya perangkat dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro atau Dimensity 9600 yang kemungkinan besar akan mengusungnya.
Standar memori baru ini dikabarkan 20 persen lebih mahal dibanding LPDDR5X. Lonjakan harga ini dipicu oleh krisis memori dan penggunaan teknologi 2nm yang mahal. Sudah bayar mahal buat flagship, sekarang biaya RAM-nya pun ikut naik.
Dilansir oleh wccftech, Samsung terus mempercepat pengembangan RAM LPDDR6 demi mengalahkan para pesaingnya. Meski begitu, kabarnya hanya perangkat Android paling premium yang benar-benar akan menggunakan teknologi baru ini karena biaya produksinya yang sangat tinggi.
Menariknya, rumor menyebutkan LPDDR6 hanya akan tersedia dalam kapasitas 16GB saja. Brand-brand besar kemungkinan menghindari kapasitas rendah untuk menyederhanakan manajemen stok mereka. Tentu adil jika kita mendapat kapasitas lega saat membayar harga yang tinggi.
Apple dilaporkan ogah buru-buru dan tetap menggunakan LPDDR5X untuk seri iPhone 18 mendatang. Mereka diduga memilih varian enam saluran yang lebih cepat guna meningkatkan bandwidth tanpa biaya tambahan LPDDR6. Strategi ini memang sangat khas gaya Cupertino.
Dikutip dari wccftech, dapur pacu premium Qualcomm mendatang juga diperkirakan bakal jauh lebih mahal. Akibatnya, HP flagship standar mungkin tetap memakai Snapdragon 8 Elite dan LPDDR5X biasa agar harga jualnya tidak melonjak terlalu tinggi.
Sebagai perbandingan, chip LPDDR5X 12GB saat ini harganya sekitar $70. Jika ditambah kenaikan 20 persen untuk teknologi baru, biaya komponen bisa meroket. Saat harga satu chip RAM menyentuh $100, dompet kita pasti akan terasa tipis.
Langkah TSMC ke teknologi 2nm juga menjadi faktor utama yang mendorong mahalnya harga HP flagship 2026. Antara chip kencang dan RAM mahal, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam jika ingin tetap menggunakan teknologi paling depan.
Dilansir oleh wccftech, Apple tetap memakai LPDDR5X karena lebih suka mengadopsi standar terbaru setelah teknologinya matang. Hal ini memungkinkan mereka mendapatkan volume produksi besar dengan harga lebih rendah namun tetap stabil. Strategi yang sangat menguntungkan.
Ada kemungkinan beberapa perusahaan akan melewatkan LPDDR6 pada flagship 2026 demi mengejar keuntungan. Mereka bisa saja memasangkan chip kelas atas dengan RAM lama dan berharap pengguna tidak sadar. Ini adalah cara memangkas biaya komponen yang tinggi.
Dikutip dari wccftech, adanya krisis memori membuat teknologi ini hanya akan hadir di perangkat "Ultra" saja. Hal ini menciptakan kasta baru di dunia smartphone. Kini, RAM di HP Anda bisa menjadi simbol kemewahan yang nyata.
Smart Chip Insider di Weibo mengklaim bahwa 16GB menjadi satu-satunya target konfigurasi LPDDR6 saat ini. Meski beberapa pihak skeptis soal detail teknisnya, rumor mengenai kenaikan harga ini tampaknya memang masuk akal dan sulit untuk dihindari.
Dorongan untuk fitur AI lokal yang canggih sebenarnya menjadi alasan utama kebutuhan RAM kencang ini. Padahal, bagi pengguna rata-rata, LPDDR5X sudah sangat cukup untuk multitasking. Apakah fitur AI sebanding dengan pajak RAM 20 persen tersebut?
Konferensi ISSCC Februari 2026 diharapkan mengungkap lebih detail tentang LPDDR6 14,4 Gbps milik Samsung. Hingga momen itu tiba, rumor soal biaya tinggi ini akan terus membuat para antusias teknologi waspada. Pencapaian Samsung ini memang sangat menarik.
LPDDR6 adalah masa depan, tapi untuk tahun 2026, teknologi ini tampaknya menjadi kemewahan bagi segelintir orang saja. Pertanyaannya, apakah kalian siap membayar lebih untuk jadi yang pertama, atau merasa LPDDR5X sudah cukup buat harian? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung