Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Waduh, Microsoft Ketahuan Ajak Developer Pakai Dataset Harry Potter Ilegal?

Toar Rotulung • 2026-02-24 11:53:01

Gambar AI Harry Potter dengan Logo Microsoft
Gambar AI Harry Potter dengan Logo Microsoft

JagoSatu.com - Microsoft lagi kena semprot netizen di "Hacker News" gara-gara postingan blog yang dianggap ngajak developer buat "nyomot" buku Harry Potter. Postingan itu nyaranin pakai karya J.K. Rowling buat latihan model AI mereka.

Dilansir oleh Ars Technica, blog itu bahkan kasih link ke dataset Kaggle yang isinya tujuh novel lengkap. Parahnya, dataset itu dibilang "domain publik", padahal aslinya buku itu masih sangat dilindungi hak cipta.

Dataset tersebut kabarnya sudah mejeng bertahun-tahun sebelum akhirnya dihapus. Pengunggahnya, seorang data scientist, ngaku kalau label "domain publik" itu cuma sekadar "kesalahan" teknis yang nggak disengaja oleh pihaknya.

Netizen di Hacker News langsung protes karena siapa pun tahu Harry Potter itu nggak gratis. Microsoft bahkan pakai buku pertama buat demo penyihir yang jelasin soal manajemen basis data di Hogwarts Express.

Microsoft makin dicurigai karena ketahuan upload buku pertama ke storage internal mereka sendiri. Mereka bahkan nekat bikin gambar Harry bareng temannya yang ditempeli logo Microsoft gede banget di depannya.

Meskipun ada yang bilang latihan AI itu "penggunaan wajar," pakai file teks bajakan jelas susah dibela di pengadilan. Blog ini sempat mejeng setahun sebelum akhirnya dihapus gara-gara ramai diprotes.

Dikutip dari Ars Technica, para ahli hukum menilai manajer senior di balik postingan itu mungkin nggak melek hukum. Punya jabatan tinggi ternyata nggak menjamin paham kalau buku modern bukan barang gratisan.

Blog tersebut juga ngajak AI buat bikin "akhir cerita alternatif" alias fan fiction Harry Potter. Contohnya aneh banget, ada karakter yang jualan fitur Microsoft ke Harry seolah-olah itu adalah mantra sihir.

Mantan karyawan Microsoft bilang kalau staf di sana sering bebas nulis blog tanpa proses filter atau edit. Memberi pengeras suara ke tiap karyawan tanpa pengawasan emang beneran resep buat bencana PR.

Microsoft milih bungkam, begitu juga Kaggle saat dimintai keterangan resmi oleh pihak media. Kasus ini jadi sorotan tajam karena melibatkan salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.

Ternyata Harry Potter bukan satu-satunya korban. Sampel Azure lain kedapatan pakai seri Foundation karya Isaac Asimov. Sepertinya ada pola pakai fiksi ilmiah buat promosiin fitur basis data mereka.

Pengunggah dataset aslinya ngaku kalau dia cuma download ebook lalu diconvert jadi file .txt biasa. Mengubah file bajakan jadi format teks tentu nggak otomatis bikin datanya jadi legal buat dipakai bisnis.

Profesor hukum Cathay Smith ngasih catatan kalau risikonya tetap tinggi buat Microsoft. Karakter atau plot yang dilindungi hak cipta bisa memicu tuntutan hukum kalau AI-nya bikin sesuatu yang terlalu mirip.

Dilansir oleh Ars Technica, langkah Microsoft hapus blog itu mungkin keputusan yang tepat. Soalnya, pengadilan lagi gencar selidiki legalitas data bajakan buat AI, biar nggak kena tuntutan yang lebih berat.

Microsoft coba bikin manajemen database terasa "ajaib" pakai Harry Potter, tapi malah jadi senjata makan tuan. Menurut kalian, wajar nggak sih kalau AI dilatih pakai materi yang diambil secara gratisan gini? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung