JAGOSATU.COM - Kota-kota di seluruh dunia yang dikenal sebagai yang termahal seringkali menawarkan standar hidup yang tinggi dan fasilitas mewah, tetapi memerlukan tingkat biaya yang signifikan.
Faktor-faktor yang memengaruhi tingginya biaya tersebut termasuk biaya sewa, makanan, transportasi, dan pendidikan.
Dilansir dari media timestravel pada Minggu (26/11), berikut adalah 9 negara yang terkenal dengan biaya hidup yang tinggi.
1. Zurich, Switzerland
Zurich di Swiss, menjadi kota dengan biaya hidup termahal di Eropa. Kuatnya mata uang franc-Swiss (CHF) membuat barang-barang konsumsi di Zurich jauh lebih mahal dibanding tempat-tempat lain.
Selain itu, Zurich juga menawarkan berbagai macam kegiatan dan tempat wisata yang menarik, seperti gedung-gedung bersejarah, museum, gereja berarsitektur unik, tempat-tempat belanja nan ekslusif, taman kota, serta kawasan perairan yang ditata dengan apik.
2. Geneva, Switzerland
Geneva, Switzerland menjadi kota termahal di dunia karena beberapa faktor. Salah satu alasannya adalah Geneva menjadi kota termahal bagi ekspatriat di Eropa pada tahun 2022 karena biaya sewa dan biaya hidup yang tinggi.
Selain itu, Geneva juga merupakan kota termahal di Swiss dan menempati peringkat ketujuh sebagai kota termahal di dunia pada tahun 2020.
Faktor-faktor lain yang menyebabkan Geneva menjadi kota termahal di dunia adalah ekonomi yang kuat, gaji yang tinggi, pasokan perumahan yang terbatas, pajak yang tinggi, dan bea cukai.
Hasil kekayaan Geneve didasari pada industrinya seperti farmasi, batu permata, kimia, dan mesin. Perdagangan bebas Swiss menghasilkan fokus penciptaan barang secara domestik daripada membeli ekspor murah dari negara lain.
3. Singapura
Tak pernah absen dari daftar prestisius! Singapura kerap menduduki peringkat sebagai salah satu kota termahal di dunia karena biaya hidup dan sewa hunian yang tinggi. Selain itu, mata uangnya yang termasuk salah satu yang paling kuat di dunia.
4. Hong Kong
Hong Kong, menjadi salah satu kota termahal di dunia karena biaya perumahan yang sangat tinggi.
Tingginya permintaan dan pasokan perumahan yang terbatas telah mendorong harga properti di Hong Kong menjadi "tidak terjangkau" dalam beberapa tahun terakhir.
Biaya hidup yang sangat tinggi di Hong Kong juga disebabkan oleh pajak yang tinggi, standar hidup yang tinggi, dan kurangnya sumber daya alam.
5. Paris, Prancis
Paris tak hanya terkenal dengan kemewahannya, tapi juga dengan biaya hidup yang tinggi. Sebagai destinasi global, kota ini menjadi tujuan favorit banyak orang, dan Menara Eiffel-nya menjadi daya tarik yang paling diminati di seluruh dunia.
6. Kopenhagen, Denmark
Kopenhagen, sebagai pusat keindahan Denmark, memancarakan keindahan yang menakjubkan.
Akan tetapi, hidup di tengah kota yang penuh warna ini menngakibatkan biaya hidup yang cukup tinggi, terutama ketika berkaitan dengan masalah perumahan.
7. New York, AS
Kota New York, dengan gemerlap kotanya tergolong sebagai salah satu kota paling mahal di Amerika Serikat, terutama dikarenakan tingginya biaya properti dan besarnya pengeluaran hidup secara keseluruhan.
8. Oslo, Norwegia
Norwegia memberikan standar hidup yang tinggi, namun tak lepas dari konsekuensinya. Keindahan Oslo tercermin dalam perumahan mewah dan tingkat biaya hidup yang tinggi secara umum.
9. Tokyo, Jepang
Sebagai negara kepulauan yang maju, ekonomi Jepang sulit untuk berinteraksi dengan negara lain. Tokyo menjadi lebih mahal karena statusnya sebagai sebuah kota metropolis.
Selain itu, hidup di Tokyo menghadirkan biaya yang tinggi, terutama di sektor real estat dan transportasi. Namun, pilihan yang lebih ekonomis dapat ditemukan di berbagai kota lainnya di Jepang.
10. Sydney, Australia
Sydney menjadi salah satu kota paling mahal di Australia, utamanya karena pasar real estate yang melambung tinggi dan kekuatan ekonominya yang tangguh.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang mendorong inflasi dan penguatan mata uang adalah alasan utama mengapa Sydney menjadi lebih mahal.
Sydney menjadi salah satu kota paling mahal di Australia, utamanya karena pasar real estate yang melambung tinggi dan kekuatan ekonominya yang tangguh.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang mendorong inflasi dan penguatan mata uang adalah alasan utama mengapa Sydney menjadi lebih mahal.
***
Editor : Toar Rotulung