JAGOSATU.COM -Sebagai edukasi, cerita asal usul nama Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ternyata berkaitan dengan masa penjajahan oleh Bangsa Eropa.
Manado salah satu kota sedang di kawasan Timur Indonesia yang kian ramai dikunjungi. Baik turis lokal maupun mancanegara.
Banyak hal yang menarik dari Kota Manado. Salah satunya tradisi dan budaya masyarakat Nyiur Melambai.
Manado juga memiliki cerita sejarah dalam pemberian nama kotanya yang berhubungan dengan era penjajahan Indonesia oleh Bangsa Eropa.
Baca Juga: Misteri, Kunjungan Surya Paloh ke Jokowi Usai Reshuffle Kabinet
Cerita asal usul sejarahnya, nama Manado ditemukan oleh pelaut Portugis bernama Simao d’Abreu pada tahun 1523.
Kemudian, Antonio Galvao, mantan gubernur Portugis di Maluku, di dalam bukunya yang berjudul Tratado menuliskan bahwa nama Kota Manado sebelumnya adalah Manada.
Menurut sejarah, dalam Tratado diuraikan dengan kalimat pendek, “Ou eram vista das ilhas de Manada…”, yang artinya “mereka melihat Manada ….”.
Bangsa Portugis dulunya menganggap Manado atau Manada seperti kawanan pulau, sama halnya dengan Bunaken, Siladen, serta pulau lainnya.
Baca Juga: Georgina Harap Segera Dinikahi CR7
Dulunya orang Portugis menyebutnya Manado dengan sebutan Moradores, semantara orang Spanyol menyebutnya Manados.
Kota Manado adalah pulau yang sudah berpenghuni sejak tahun 1339.
Kendati demikian, nama Kota Manado berasal dari bahasa daerah sub etnis di Sulawesi Utara, namun penyebutannya tetap didasarkan dialek masing-masing.
Dalam bahasa Tombulu kuno, Manado disebut Manaror, sementara dalam sub-etnis Tontemboan disebut Manarow, dan dalam etnis Sangihe disebut Manaro.
Ternyata, nama Manado saat ini berasal dari kata "Manarow" atau "Manadou" dalam bahasa daerah Minahasa, yang berarti "di jauh" atau "tempat yang jauh”.
Nama ini memiliki makna yang hampir sama dengan bahasa Sangihe, yaitu "Manaro", yang juga berarti "di jauh" atau "negeri yang jauh".(mpd)
Editor : Nur Fadilah