JAGOSATU.COM - Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa selama periode Maret 2016 hingga Maret 2023, angka kemiskinan di Provinsi Bali mengalami fluktuasi yang signifikan, baik dari segi jumlah maupun persentase.
Pada rentang waktu tersebut, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin dari Maret 2016 (178,18 ribu) menjadi September 2019 (156,91 ribu).
Namun, angka kemiskinan kembali meningkat hingga mencapai puncak tertingginya pada September 2021, dengan total 211,46 ribu penduduk miskin atau sebesar 4,71 persen dari total populasi.
Setelah mencapai puncak tertinggi pada September 2021, angka kemiskinan di Bali mulai menurun kembali pada Maret 2023, mencatat 193,78 ribu penduduk miskin dengan persentase 4,25 persen, persentase yang sama dengan Maret 2016.
Perbandingan data dengan September 2022 menunjukkan penurunan sebanyak 11,58 ribu orang, sedangkan dibandingkan dengan Maret 2022 penurunannya mencapai 11,90 ribu orang.
Penduduk miskin di daerah perkotaan masih menjadi kelompok terbesar yang terdampak, dengan jumlah 123,82 ribu orang pada Maret 2023.
Baca Juga: Mengenal Brain Panel Immunohistochemistry, Teknik Penting dalam Diagnosis dan Pengobatan Tumor Otak
Namun, data menunjukkan adanya penurunan sebanyak 10,00 ribu orang dibandingkan dengan kondisi pada September 2022, yang mencatat 133,82 ribu orang.
Sementara itu, jumlah penduduk miskin di perdesaan pada Maret 2023 mencapai 69,96 ribu orang, mengalami penurunan sebanyak 1,59 ribu orang jika dibandingkan dengan September 2022 yang tercatat sebanyak 71,55 ribu orang.
Meskipun secara jumlah, angka kemiskinan di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan, persentase kemiskinan di perkotaan lebih kecil.
Pada Maret 2023, persentase penduduk miskin di perkotaan sebesar 2,77 persen, menurun 0,35 poin dari kondisi pada September 2022 yang mencapai 4,22 persen.
Sedangkan pada periode yang sama, angka kemiskinan di pedesaan mencapai 5,50 persen pada Maret 2023, mengalami penurunan sebesar 0,08 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi pada September 2022 yang tercatat sebesar 5,58 persen.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu