
Belum Ada Tersangka, Panitia
dan Pejabat Sibuk Seremoni, Siapa
Menanggung Kelangsungan Hidup Mereka?
JAGOSATU.COM - Sudah mau sepekan. 8 orang meninggal pada insiden maut di Open Turnament Tidar Drag Race-Drag Bike Kotamobagu yang digebar di Jalan AP Mokoginta, Upai, Kotamobagu Utara, Minggu 9 Agustus 2026. 9 orang lainnya sedang bertarung nyawa dalam perawatan di rumah sakit. Baik yang ada di Bolaang Mongondow, Kotamobagu dan termasuk yang dirujuk ke RSUP Prof RD Kandou, Malalayang, Manado.
8 nyawa bukan jumlah sedikit. Satu nyawa saja sudah bikin merinding, apalagi ini 8 nyawa. Melayang sia-sia. Buatlah agar pengorbanan mereka tidak sia-sia. Agar keluarga meresa pemerintah menaungi mereka. Agar keluarga merasa bahwa kehidupan mereka tak dibiarkan terlunta lunta setelah kehilangan orang tercinta.
Polda mengambil alih kasus ini dari Polres Kotamobagu. Korlantas Polri juga ikut turun lapangan. Keterangan Polda sudah memeriksa sekira 12-15 orang. Tapi tidak disebut siapa saja yang diperiksa. Yang nampak difoto dan mengaku sudah diperiksa adalah Ketua Panitia Ir Muhammad M Sugeha ST, lebih dikenal dengan panggilan Lucky Sugeha.
Yang tampak di permukaan adalah seremoni pemberian bantuan kepada para korban. Setelah serahkan bantuan, kunjungi rumah sakit, lalu foto bareng. Diupload di media sosial, lalu dipuji beramai-ramai. Itu positif. Dan menunjukkan empati hebat. Tapi, baru sebatas itu, termasuk pengumuman polisi tentang pemeriksaan mereka yang disebut baru sebatas saksi. Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Harry Langie sempat mengeluarkan statement bahwa pebalap klub Pangeran 05 McJoe, yang menabrak penonton di ujung lintasan potensial menjadi tersangka. Ini jadi ribut.


