JAGOSATU.COM - Perbaikan Jembatan Perak di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali yang rusak akibat banjir bandang sedang dalam upaya pemulihannya.
Dalam beberapa bulan mendatang, di Pura Puseh Desa Penyaringan akan dilaksanakan upacara Ngenteg Linggih yang memerlukan akses jalan warga.
Mengingat pentingnya akses jembatan tersebut dan untuk mempercepat mobilitas warga Desa Penyaringan selama pelaksanaan upacara Ngenteg Linggih, Pemerintah Kabupaten Jembrana membangun jembatan darurat dengan lebar 1,5 meter dan panjang 12 meter.
Pembangunan jembatan darurat dipercepat agar warga tidak perlu melakukan rute memutar yang jauh saat upacara berlangsung.
Hari ini saya meninjau langsung karena dalam waktu dekat ini bulan Agustus akan melaksanakan acara Ngenteg Linggih.
Jadi memang terlebih dulu kita siapkan dalam bentuk darurat dulu, karena kita mengantisipasi untuk mobilitas biar cepat, ujar Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat meninjau lokasi.
Bupati Tamba menegaskan bahwa pada tahun 2024, dengan menggunakan anggaran induk, perbaikan jembatan akan segera diselesaikan.
Untuk anggaran masih terus berjalan apakah di perubahan ini bisa kita kerjakan atau di induk pada tahun 2024. Akan tetapi di tahun 2024 kita pastikan akan terbangun dan selesai.
Baca Juga: Pertamina, Tidak Ada Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Denpasar Bali.
Selain di sini, kita juga masih ada proyek serupa di Nusamara dan Pekutatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat tahun 2024 ini bisa kita selesaikan mohon doa restunya," ungkapnya.
Dari segi teknis, Kadis PUPRPKP Kabupaten Jembrana, I Wayan Sudiarta menjelaskan bahwa kondisi tanah sangat labil, sehingga belum dapat dilakukan perbaikan permanen.
Pembangunan jembatan permanen akan membutuhkan anggaran sebesar 2 miliar untuk membuat sayap jembatan dan sayap bendung di bagian utara.
Untuk sementara, supaya tidak mengganggu kegiatan masyarakat, kita fasilitasi dengan jembatan darurat yang bersifat mobile dan bisa digunakan sementara sampai kita membangun jembatan permanen, jelasnya.
Perbekel Desa Penyaringan, I Made Dresta, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jembrana atas bantuan perbaikan Jembatan Perak yang putus akibat banjir bandang.
Ia menambahkan bahwa akses melalui jembatan tersebut sangat penting karena pada 22 Agustus 2023 akan diadakan puncak upacara Ngenteg Linggih, dan persiapan dari krama desa telah dimulai 15 hari sebelumnya.
Kami rasa ini sudah luar biasa permanen dan kuat. Sebab kami sangat membutuhkan jembatan ini karena di Desa Adat Penyaringan ada kegiatan di Pura Puseh Desa untuk Ngenteg Linggih, jelasnya.
Baca Juga: Melampaui Batas, Krisis Kemiskinan Bali Mencapai Titik Tertinggi di Tengah Perkotaan 2021.
Dresta menyatakan bahwa pembangunan jembatan darurat telah membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Ia berharap pada tahun 2024, pembangunan jembatan permanen akan segera terwujud.
Tanpa adanya jembatan ini, kami selaku masyarakat akan melewati jalan raya Denpasar-Gilimanuk melalui Desa Tegal Cangkring.
Dengan adanya bantuan ini, kami atas nama masyarakat sangat berterima kasih. Mudah-mudahan nanti sesuai dengan arahan Bupati, minimal di tahun 2024 akan dibantu dengan jembatan yang permanen," pungkasnya.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu