Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Danantara Rampingkan 180 Perusahaan BUMN

Pratama Karamoy • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:17 WIB
Danantara
Danantara

 

JAKARTA - Proses transformasi dan penyederhanaan struktur korporasi BUMN dipercepat Danantara. Hal itu guna mengurangi tumpang tindih bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara. Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, hingga saat ini sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah dirampingkan melalui berbagai skema strategis. "Penataan dilakukan mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran," ujarnya di Jakarta Selasa (19/5). Menurut Dony, proses streamlining atau perampingan harus memastikan setiap perusahaan memiliki tata kelola kuat sekaligus mampu memberi kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat.

Fokus Empat Bisnis Utama

Dia menambahkan, pembahasan saat ini difokuskan pada percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang dinilai belum optimal. Restrukturisasi tersebut juga akan berdampak pada sejumlah emiten besar, salah satunya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Danantara berencana memangkas sekitar 66 anak usaha di bawah grup Telkom hingga menyisakan belasan entitas yang fokus pada empat pilar bisnis utama, yakni telekomunikasi, serat optik, menara, dan pusat data.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada sektor semen dan pupuk. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dijadwalkan menutup 17 perusahaan anak sebagai bagian dari pembenahan tata kelola. Sementara PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melikuidasi hingga 47 anak perusahaan dan menyisakan beberapa entitas produksi inti.

Baca Juga: 9 WNI Diculik Israel, Indonesia Minta Bantuan Yordania dan Turki

Tutup 10 Entitas Bulan Depan

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebutkan bahwa Danantara meminta Telkom menutup 10 anak perusahaan pada bulan depan. "Akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak perusahaan. Insya Allah kita komit bisa menutup 10 anak perusahaan. Jadi dari 67 anak perusahaan, pengurangan 10 terjadi di akhir Juni," ujarnya di Jakarta yang dilansir Antara kemarin (20/5).

Menurut Seno, Telkom saat ini tengah mengevaluasi sejumlah anak usaha yang memiliki lini bisnis serupa atau saling tumpang tindih. Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan kinerja perusahaan yang dinilai kurang optimal dalam dua tahun terakhir. "Streamlining ini terutama untuk bisnis-bisnis yang overlap atau berada di bidang yang sama," ucapnya. Meskipun demikian, Seno belum bersedia membeberkan nama-nama anak usaha yang akan ditutup. (bil/dio)

Editor : Pratama Karamoy
#Ekonomi & Bisnis #Danantara