Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

IHSG Volatil, Emiten Fundamental Kuat Berpeluang Jadi Motor Rebound Saat Pasar Pulih

ALengkong • Jumat, 5 Juni 2026 | 18:21 WIB
IHSG Dibuka Volatil, Emiten yang Punya Fundamental Kuat Potensi Jadi Motor Rebound saat Pasar Pulih
IHSG Dibuka Volatil, Emiten yang Punya Fundamental Kuat Potensi Jadi Motor Rebound saat Pasar Pulih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/6/2026) berpotensi bergerak volatil.

Pergerakan ini seiring dengan kecermatan pelaku pasar terhadap berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global, yang memengaruhi dinamika pasar modal.

Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, IHSG sempat menguat tipis 6,71 poin atau 0,11 persen, mencapai posisi 5.

846,49.

Namun, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 justru menunjukkan penurunan 1,38 poin atau 0,24 persen, berada di posisi 579,54.

Tren pelemahan IHSG yang terjadi sejak sepekan terakhir bukan semata-mata dipicu oleh kinerja emiten.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rizal Taufikurahman, kondisi ini merupakan kombinasi dari tekanan sentimen global dan domestik yang sedang membebani pasar.

"Pelemahan IHSG sepekan terakhir lebih dipengaruhi kombinasi tekanan global dan domestik.

Penguatan dolar AS, capital outflow, pelemahan rupiah mendekati Rp18.

000 per dolar AS, serta meningkatnya persepsi risiko terhadap ekonomi domestik membuat investor cenderung melakukan aksi jual secara luas, termasuk pada saham-saham berfundamental kuat dan berdividen tinggi," ujar Rizal Taufikurahman kepada Jawapos.

com, Jumat (5/6/2026).

Kondisi tersebut, lanjut Rizal, mengindikasikan bahwa investor sedang mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Oleh karena itu, tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham-saham dengan fundamental yang lemah, tetapi juga merambah emiten-emiten yang memiliki kinerja relatif baik.

"Kondisi ini menunjukkan pasar sedang berada dalam fase risk-off, bukan semata karena kinerja emiten memburuk," tambahnya, menjelaskan bahwa sentimen pasar saat ini lebih dominan dibandingkan performa individual perusahaan.

Meskipun demikian, Rizal Taufikurahman juga melihat adanya peluang di balik koreksi pasar yang sedang terjadi.

Penurunan harga saham dalam beberapa waktu terakhir telah membuat banyak saham diperdagangkan pada valuasi yang lebih menarik bagi investor.

Menurutnya, potensi pemulihan IHSG tetap terbuka lebar.

Pemulihan ini sangat bergantung pada perbaikan sejumlah faktor pendukung, terutama stabilitas nilai tukar rupiah dan kembalinya aliran modal asing ke pasar domestik.

"Di sisi lain, koreksi ini juga membuka peluang karena banyak valuasi saham mulai murah.

IHSG berpotensi bangkit jika rupiah kembali stabil, arus dana asing mulai masuk, dan kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi membaik," kata Rizal, memberikan pandangan optimistis terhadap prospek pasar ke depan.

Dengan demikian, di tengah volatilitas pasar, emiten-emiten yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang yang baik berpotensi menjadi motor penggerak utama rebound IHSG ketika sentimen pasar global dan domestik mulai membaik serta kepercayaan investor kembali pulih.

Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan ekonomi makro dan fundamental perusahaan.

Editor : ALengkong
#ekonomi as #Investasi AI #bursa efek indonesia #saham anjlok #IHSG turun