Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Petambak Rumput Laut Gresik Adopsi Smart Farming dan Digitalisasi Usaha

ALengkong • Sabtu, 6 Juni 2026 | 08:51 WIB
Smart Farming Ubah Wajah Tambak Gresik, Petambak Rumput Laut Kini Belajar Digitalisasi hingga Kelola Keuangan Modern
Smart Farming Ubah Wajah Tambak Gresik, Petambak Rumput Laut Kini Belajar Digitalisasi hingga Kelola Keuangan Modern

Petambak rumput laut di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, secara bertahap mengadopsi sistem digitalisasi usaha dan konsep smart farming.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program pendampingan yang digagas oleh Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dan telah berlangsung sejak Januari hingga Agustus 2026.

Program ini secara spesifik menargetkan peningkatan produktivitas budidaya rumput laut, perbaikan tata kelola keuangan, peningkatan kualitas hasil panen, serta penguatan daya saing petambak melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan peran koperasi.

Transformasi ini diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Digitalisasi Budidaya Rumput Laut Gracilaria untuk Peningkatan Pemasaran Hasil Panen dan Pengelolaan Keuangan melalui Smart Farming di Ujungpangkah, Gresik”.

Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia untuk tahun 2026.

Kegiatan utama dari program tersebut telah dilaksanakan di Kantor Koperasi Kelompok Tani Rumput Laut Desa Pangkahkulon pada Minggu (31/5/2026).

Acara ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mendapatkan pelatihan dan pemahaman mendalam mengenai implementasi teknologi.

Sebanyak 34 peserta turut serta dalam pelatihan tersebut, yang terdiri dari pengurus koperasi, anggota Kelompok Tani Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Ujungpangkah, perangkat desa setempat, serta sejumlah mahasiswa.

Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kolektif terhadap pengembangan sektor perikanan di wilayah tersebut.

Digitalisasi diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengatasi berbagai tantangan yang selama ini dihadapi oleh petambak.

Permasalahan seperti pencatatan usaha yang masih manual dan pengelolaan keuangan yang belum tertata rapi menjadi fokus utama yang ingin diatasi melalui pendekatan teknologi.

Lebih lanjut, sistem digital juga dirancang untuk membantu petambak dalam mengambil keputusan usaha secara lebih cepat dan akurat.

Dengan data yang terintegrasi dan mudah diakses, diharapkan petambak dapat merespons dinamika pasar dan kondisi budidaya dengan lebih baik.

Umi Chotijah, S.

Kom.

, M.

Kom, selaku pemateri digitalisasi, memperkenalkan aplikasi berbasis Android dan website smart farming kepada para peserta.

Aplikasi ini dirancang untuk mencatat berbagai aspek penting usaha, mulai dari hasil panen, transaksi penjualan, stok produksi, data anggota, hingga laporan keuangan koperasi secara terpadu.

Menurut Umi Chotijah, sebagaimana dilansir dari Jawa Pos, selama ini data usaha petambak masih tersebar di berbagai media.

Ia menyebutkan bahwa pencatatan masih dilakukan secara manual di buku tulis, melalui pesan WhatsApp, hingga menggunakan spreadsheet sederhana, yang seringkali menyulitkan proses analisis dan pengambilan keputusan.

Dengan adanya platform digital terpadu ini, diharapkan petambak dapat memiliki sistem pencatatan yang lebih rapi dan terorganisir.

Hal ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi finansial dan produktivitas usaha mereka.

Editor : ALengkong
#Smart Farming #Ujungpangkah #gresik united #DigitalisasiDaerah #rumput laut