JAKARTA - Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi sejumlah negara, arus investasi ke Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Realisasi penanaman modal, termasuk asing (PMA) di kawasan ekonomi khusus (KEK), terus meningkat dan menjadi indikator kuat tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Salah satu sinyal tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas investasi di KEK yang mendorong kebutuhan perluasan kawasan. KEK Gresik atau Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) menjadi salah satu wilayah yang tengah mengajukan perluasan area. Kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan dan industri itu dinilai membutuhkan tambahan lahan untuk menampung masuknya investasi baru.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Sekretaris Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso mengatakan, perluasan kawasan diperlukan agar peluang investasi yang terus berdatangan dapat segera direalisasikan menjadi aktivitas ekonomi produktif. "Pemerintah mendukung penuh perluasan KEK Gresik agar peluang investasi dapat segera direalisasikan dan dikonversi menjadi aktivitas ekonomi serta lapangan kerja," ujarnya Sabtu (13/6).
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat
Menurut dia, penguatan KEK merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong industrialisasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja. "Tingginya minat investor terhadap KEK juga mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi Indonesia," ucapnya.
Hingga kuartal I 2026, investasi kumulatif yang masuk di JIIPE mencapai Rp 113,4 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 108,2 triliun direalisasikan setelah kawasan itu memperoleh status KEK pada 2021. Kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja juga signifikan. Hingga kuartal I 2026, KEK Gresik telah menyerap 45.860 tenaga kerja. (bil/dio)
Editor : Pratama Karamoy