JAGOSATU.COM - Proyeksi Ekonomi Paruh Kedua Tahun Ini Lebih Baik, Pasar Akan Menunjukkan Sentimen Positif.
Menurut Caroline Rusli, Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, kondisi perekonomian paruh kedua tahun ini diyakini akan menjadi lebih baik.
Meskipun volatilitas pasar cenderung tinggi di paruh pertama, pasar diharapkan berubah menjadi lebih positif menjelang akhir tahun.
Caroline menjelaskan bahwa ada beberapa tema utama global yang akan mencuat di paruh kedua tahun ini.
Pertama, mayoritas bank sentral dunia telah mencapai puncak suku bunga.
Dia menambahkan, "Dengan meredanya inflasi global, perhatian akan beralih ke waktu bank sentral mulai memangkas suku bunga untuk mendorong perekonomian."
Periode pemangkasan suku bunga diperkirakan akan berbeda di setiap negara, tergantung pada dinamika kondisi ekonomi dan mandat bank sentral masing-masing negara.
Kedua, terdapat tekanan pada ekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin terasa.
Beberapa indikator ekonomi menunjukkan tekanan di berbagai sektor.
Meskipun demikian, indeks keyakinan dunia usaha masih berada pada posisi yang lebih rendah dari saat masa pandemi.
Meskipun ada perkiraan resesi di paruh kedua tahun ini, diperkirakan resesi tersebut akan ringan karena masih didukung oleh konsumsi masyarakat dan sektor tenaga kerja yang relatif kuat.
Ketiga, suku bunga bukanlah satu-satunya instrumen yang digunakan oleh bank sentral Amerika Serikat untuk mengatasi volatilitas pasar. Caroline menjelaskan, "Kenaikan volatilitas di sektor keuangan tidak secara otomatis membuat The Fed menurunkan suku bunga.
Mereka memiliki 'alat' lain, terutama melihat inflasi di sektor jasa yang masih cukup persisten."
Keempat, perbedaan pertumbuhan ekonomi antara Asia dengan negara-negara maju akan semakin mencolok. (Jpg)