JAGOSATU.COM - Berakhirnya status pandemi dengan pencabutan PPKM telah mendapatkan respons positif dari sektor properti di Indonesia.
Pasca mengalami penurunan penjualan selama pandemi, sektor properti kini mulai pulih dengan adanya peningkatan penjualan.
Timoutyus Tjandra, Direktur Utama Winston Indonesia, menyambut baik meningkatnya permintaan di sektor properti.
"Ini merupakan peluang yang bagus bagi sektor properti untuk memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian domestik," ujar Timo, panggilan akrab Timoutyus Tjandra.
Menurut Timo, Winston Indonesia sebagai salah satu agen properti di Indonesia percaya bahwa perbaikan di sektor properti harus disertai dengan peningkatan layanan kepada pelanggan, mengingat perkembangan agen properti akan sejalan dengan pertumbuhan di dunia properti.
Timo optimis bahwa persaingan dalam menarik konsumen akan menjadi lebih baik untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, mengingat permintaan properti dengan pelayanan terbaik menjadi hal yang sangat penting.
"Saya meyakini sektor properti pada tahun 2023 memiliki potensi pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun 2022," tambah Timo.
Menyikapi perbaikan ekonomi Indonesia, Winston Indonesia yang telah memenuhi permintaan properti di Surabaya dan kota-kota besar selama lebih dari 10 tahun, optimis bahwa sektor properti Indonesia, termasuk Surabaya, akan mengalami peningkatan.
"Meskipun pada masa pandemi, total transaksi properti kami tetap cukup baik.
Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan properti masih bisa tumbuh dengan baik asalkan dapat memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan," ungkap Timo.
Pihak perusahaan menyebut bahwa salah satu kunci sukses dalam agen properti adalah kemampuan untuk memahami kebutuhan pelanggan sesuai dengan segmen yang ada.
Pertumbuhan pusat ekonomi baru di beberapa kawasan Surabaya menjadi faktor tambahan yang akan membuat dunia properti semakin berkembang.
Terlihat bahwa titik pusat CBD di Surabaya tidak hanya berpusat di pusat kota, tetapi juga telah menyebar hingga ke kota-kota penyangga Surabaya seperti Surabaya, Gresik, dan sekitarnya.
"Winston Indonesia terus mencari peluang-peluang baru untuk memberikan layanan one-stop atas semua kebutuhan yang diberikan," jelas Timo.
Dari pengamatan Timo, tidak sedikit kaum milenial yang pada awalnya menunggu dan melihat situasi selama pandemi, kini mulai mempertimbangkan Winston sebagai mitra mereka dalam mencari properti yang sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.
"Milenial yang sebelumnya ragu untuk mencari properti di bawah Rp 1 miliar kini mulai mengambil langkah. Jumlah ini terus meningkat, baik untuk rumah tapak maupun apartemen sesuai dengan kemampuan mereka," tutup Timo.(jpg)
Editor : Via Ponamon