JAGOSATU.COM - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai bahwa musim pemilu memang berpotensi meningkatkan pendapatan industri tekstil.
Namun, pengusaha memprediksi euforia tersebut tidak akan dirasakan secara maksimal karena industri dalam negeri sedang tertekan akibat produk impor.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Danang Girindrawardana, menyatakan bahwa tahun politik kali ini berpotensi memberikan manfaat bagi pelaku industri tekstil, terutama pada kategori yang lebih tersegmentasi, seperti kaus.
Permintaan domestik yang berpotensi meningkat diharapkan dapat mendorong kinerja industri tekstil.
Sebab, dalam dua tahun terakhir, momen peningkatan terbesar, yaitu Lebaran, dinilai belum cukup untuk memulihkan penjualan.
Namun, Danang juga mengakui bahwa situasi ekspor yang melemah menjadi tantangan bagi pelaku usaha.
Permintaan dari luar negeri belum menunjukkan perbaikan yang signifikan karena beberapa negara pembeli utama tekstil dan garmen fashion Indonesia sedang mengalami masalah ekonomi.
"Seperti Eropa, Amerika, dan beberapa negara di Asia, mereka juga sedang tidak memiliki pertumbuhan yang bagus," ujar Danang.(jpg)
Editor : Via Ponamon