Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

BRICS dan AI: Indonesia Masuk, Dunia Siap Atur Kecerdasan Buatan?

ALengkong • 2025-07-30 18:05:19

BRICS mulai kelola AI
BRICS mulai kelola AI

Jagosatu.com – BRICS di Rio de Janeiro membahas regulasi AI untuk melindungi data dan hak kreator konten AI secara global, terutama negara berkembang.

Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025, yang membuka peluang kolaborasi teknologi dan AI antar negara anggota

Deklarasi Rio pada 6–7 Juli 2025 menyebut bahwa BRICS mendesak PBB memimpin penyusunan aturan global untuk AI yang inklusif dan berkelanjutan

BRICS menolak dominasi teknologi oleh negara kaya atau perusahaan besar dan mendorong akses adil bagi negara Global South

Para pemimpin BRICS menyerukan perlindungan data terhadap pemakaian AI tanpa izin dan kompensasi adil untuk materi pelatihan AI

Indonesia mendorong penerapan AI di pendidikan melalui platform nasional seperti “Rumah Pendidikan” untuk konten belajar dan coding

Pada pertemuan menteri ketenagakerjaan BRICS, Indonesia menekankan perlunya tata kelola AI yang inklusif dan berpusat pada manusia

Menurut Menaker Indonesia, AI harus meningkatkan produktivitas tanpa melebar kesenjangan sosial dan hilangkan lapangan kerja secara besar-besaran

BRICS juga membahas pengembangan observatorium AI bersama untuk memantau dan berbagi praktik terbaik antar anggota

NDB (New Development Bank) di BRICS memainkan peran penting dalam pembiayaan proyek AI untuk pembangunan inklusif

China lewat Presiden Li Qiang mengajak dunia membentuk organisasi global khusus tata kelola AI dan undang dialog internasional

India dan negara anggota lain menekankan bahwa AI harus digunakan untuk memperkecil ketimpangan dan mempercepat akses layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan

Kerangka tata kelola AI BRICS ingin mengikuti nilai hak asasi manusia, inklusivitas, dan transparansi dalam pengambilan keputusan teknologi

Indonesia memprioritaskan lima fokus strategi AI: layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan talenta, kota pintar, ketahanan pangan

BRICS menolak regulasi sepihak yang menguntungkan satu negara atau perusahaan teknologi besar tanpa memperhatikan negara berkembang

Deklarasi Rio mendesak agar teknologi AI tidak memperburuk kesenjangan digital antara negara kaya dan miskin

Partisipasi aktif Indonesia di forum ini menunjukkan komitmen negara dalam memperjuangkan digital sovereignty dan tata kelola teknologi yang adil

Melalui kolaborasi BRICS, Indonesia dapat belajar dari mitra seperti China dan India soal infrastruktur digital dan kebijakan AI inklusif 

BRICS memperkuat kerjasama riset AI terbuka (open‑source) agar negara berkembang bisa ikut serta membangun teknologi yang adil dan transparan 

Indonesia juga ajak negara BRICS berbagi pengalaman soal pelatihan keterampilan digital dan kesempatan kerja baru di era AI

Meski diinternal ada perbedaan sistem politik antar anggota, tapi BRICS tetap sepakat soal pentingnya reformasi lembaga global dan tata kelola AI yang memihak masyarakat luas 

BRICS melihat AI sebagai peluang besar untuk pembangunan sosial, pendidikan, agrikultur dan kota pintar jika dikelola dengan adil dan inklusif 

Pemimpin negara anggota seperti Modi juga menyuarakan pentingnya penggunaan AI untuk memajukan lulusan sosial dan anak muda di Global South

Deklarasi bersama menyebut bahwa AI bukan hanya alat teknologi, tapi juga instrumen keadilan sosial jika aturan dibuat bersama-sama oleh negara berkembang dan maju

(J)

Editor : ALengkong
#KTT Rio 2025 #BRICS #Teknologi Global #AI Governance #Digital Inclusion