Jagosatu.com - Hubungan diplomatik India dan Amerika Serikat belakangan ini mengalami ketegangan yang cukup serius.
India kini terlihat mulai mendekatkan diri ke China sebagai strategi baru dalam menghadapi situasi global yang semakin kompleks.
Menurut laporan Time, Menteri Luar Negeri China telah melakukan kunjungan resmi ke New Delhi pada pertengahan Agustus 2025.
Kunjungan ini dianggap sebagai langkah penting untuk memperbaiki hubungan kedua negara setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan perbatasan.
China dan India sebelumnya sering terlibat gesekan di wilayah Himalaya yang membuat hubungan mereka dingin.
Namun, situasi geopolitik global membuat India mulai mempertimbangkan kembali posisinya di tengah persaingan antara AS dan China.
India selama ini dikenal sebagai salah satu mitra strategis utama Amerika Serikat di kawasan Asia.
Kedekatan India dengan AS terutama terlihat dalam kerja sama militer, perdagangan, dan teknologi digital.
Tetapi, kebijakan AS yang semakin keras terhadap perdagangan global membuat India mencari alternatif mitra lain.
China menawarkan kerja sama ekonomi besar, termasuk investasi infrastruktur dan proyek energi di India.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun, Kini Rp 1,894 Juta per Gram
Menurut Time, pembicaraan antara kedua negara juga menyentuh soal keamanan kawasan dan pengurangan ketegangan militer.
PM Narendra Modi dijadwalkan melakukan kunjungan ke China dalam waktu dekat, yang akan menjadi kunjungan pertama dalam tujuh tahun terakhir.
Hal ini menandakan adanya perubahan arah diplomasi India yang sebelumnya lebih condong ke AS.
Beberapa analis menilai bahwa India mencoba memainkan strategi “keseimbangan kekuatan” di antara dua negara besar dunia itu.
Dengan mendekat ke China, India berharap bisa mendapatkan keuntungan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas kawasan.
Namun, di sisi lain, langkah ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi Washington.
AS khawatir bahwa pengaruh China di Asia Selatan akan semakin menguat jika India terlalu dekat dengan Beijing.
India sendiri menegaskan bahwa langkah diplomatik ini semata-mata untuk kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi.
Kedepannya, persaingan pengaruh antara AS dan China di kawasan Asia akan semakin menentukan arah kebijakan India.
Situasi ini bisa menjadi titik balik dalam geopolitik global, di mana India mungkin tak lagi sepenuhnya berpihak ke Washington. (J)
Editor : ALengkong