Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

IHSG Naik di Tengah Gonjang Ganjing Shutdown AS, Rupiah Masih Tertekan!

ALengkong • 2025-10-03 20:07:18

Photo
Photo

Jagosatu.com - Pasar saham Indonesia kembali jadi sorotan karena IHSG berhasil menguat meski ekonomi global lagi goyah akibat shutdown pemerintah Amerika Serikat.

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 0,59% ke level 8.118,30 dengan nilai transaksi mencapai Rp 23 triliun menurut Liputan6.

Kenaikan ini menunjukkan investor masih percaya dengan fundamental pasar dalam negeri walau kondisi global sedang tidak stabil.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru sempat melemah ke kisaran Rp 16.625 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan.

Menurut Liputan6, pelemahan rupiah dipicu oleh aksi profit taking dan sentimen negatif dari shutdown AS yang bikin pasar cemas.

Analis pasar uang memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp 16.590 sampai Rp 16.640 untuk jangka pendek.

Melemahnya rupiah membuat biaya impor barang dari luar negeri bisa semakin mahal, sehingga berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok.

Kondisi ini bikin masyarakat khawatir kalau inflasi akan kembali meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Meskipun begitu, sebagian investor masih optimis karena Bank Indonesia punya cadangan instrumen untuk menahan gejolak rupiah.

Shutdown AS sendiri terjadi karena kebuntuan anggaran di pemerintahan, sehingga beberapa layanan publik tidak bisa berjalan.

Menurut RMOL, dampak shutdown AS terhadap Indonesia relatif kecil dalam jangka pendek, karena ekonomi nasional cukup kuat.

Namun pasar global tetap waspada karena shutdown bisa bikin data ekonomi penting Amerika tidak dipublikasikan sementara waktu.

Menurut Suara Surabaya, kondisi ini disebut blackout data ekonomi dan bisa bikin pelaku pasar sulit mengambil keputusan.

Investor biasanya mengandalkan data seperti inflasi, tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi Amerika sebagai acuan investasi.

Kalau data ini tertunda, maka pasar keuangan global bisa makin bergejolak karena ketidakpastian makin besar.

Meski begitu, beberapa analis menilai Indonesia masih dalam posisi aman karena ekonomi domestik relatif stabil.

IHSG yang tetap naik membuktikan investor dalam negeri masih percaya dengan kondisi fundamental ekonomi nasional.

Namun, masyarakat tetap perlu waspada karena melemahnya rupiah bisa berdampak pada biaya hidup sehari-hari.

Jika pemerintah mampu menjaga kestabilan harga dan Bank Indonesia konsisten menahan gejolak, maka dampak dari shutdown bisa ditekan.

Situasi pasar yang campuran ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih kuat, tapi tetap tidak bisa lepas dari pengaruh global.

(J)

Editor : ALengkong
#ShutdownAS #IHSG #PasarGlobal #Investasi #Rupiah