Jagosatu.com – China mencatat sejarah dengan surplus perdagangan barang lebih dari US$1 triliun pada tahun 2025.
Data resmi menunjukkan ekspor China naik signifikan pada November 2025, sementara kenaikan impor lebih rendah sehingga surplus melebar.
Surplus perdagangan bulan tersebut mencapai lebih dari US$112 miliar dan akumulasinya menembus rekor baru.
Menurut analis, capaian ini terjadi meski ekspor ke Amerika Serikat turun akibat tarif yang masih tinggi.
China berhasil mengalihkan ekspornya ke Eropa, Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika Latin sehingga permintaan tetap kuat.
Disebutkan bahwa ekspor ke AS turun hampir 29% dibanding tahun lalu namun tidak menahan kenaikan total ekspor.
Strategi diversifikasi pasar yang dilakukan China terbukti efektif dalam menjaga lonjakan surplus.
Keunggulan harga dan efisiensi produksi membuat barang China tetap menarik di pasar global.
Surplus besar ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan pertumbuhan dunia.
Baca Juga: BI Bocorkan PEKKI 2025: Indonesia Ternyata Lebih Kuat dari yang Kita Kira!”
Periode Januari hingga November 2025 mencatat kenaikan perdagangan luar negeri secara keseluruhan menurut data resmi.
Namun beberapa negara Barat mengkhawatirkan surplus besar tersebut karena dapat menekan industri lokal.
China diprediksi masih mampu mempertahankan tren ekspor berkat penguatan sektor manufaktur canggih.
Meski demikian, ekonomi dalam negeri China menghadapi tantangan seperti konsumsi yang melemah dan sektor properti bermasalah.
Pemerintah China akan memperkuat kebijakan fiskal dan moneter pada 2026 untuk mendorong permintaan domestik.
Surplus perdagangan yang besar juga menegaskan posisi China sebagai pusat manufaktur dunia.
Negara lain dapat belajar dari strategi diversifikasi pasar yang diterapkan China.
Namun beberapa pihak memperingatkan risiko proteksionisme jika barang murah membanjiri pasar global.
Dampak surplus ini bisa berbeda untuk konsumen dan produsen, tergantung dinamika pasar di tiap negara.
Ke depan, pengawasan terhadap kebijakan ekonomi dan perdagangan global akan semakin penting.
Surplus besar tahun 2025 akan menjadi salah satu faktor penting dalam posisi China di pasar internasional tahun-tahun berikutnya.
(J)
Editor : ALengkong