Jagosatu.com - Ekonomi Korea Selatan akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat melemah cukup tajam pada semester pertama 2025.
Menurut Korea JoongAng Daily, pemulihan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan global terhadap chip dan produk teknologi.
Chip atau semikonduktor adalah komponen penting dalam ponsel, komputer, mobil listrik, dan hampir semua perangkat elektronik modern.
Permintaan chip naik karena industri teknologi dunia mulai bergerak lagi setelah sempat melambat.
Korea Selatan yang menjadi salah satu produsen chip terbesar otomatis ikut merasakan dampak positifnya.
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa sektor ekspor menjadi motor utama yang mendorong ekonomi Korea Selatan bangkit.
Namun pemerintah Korea Selatan tetap memperingatkan bahwa pemulihan ini masih berada di tahap awal.
Alasannya adalah ekonomi global sedang tidak stabil karena tekanan inflasi dan ketidakpastian pasar dunia.
Menurut AMP Australia, beberapa negara maju mengalami kenaikan biaya hidup yang membuat konsumsi menurun.
Kondisi tersebut bisa berdampak pada ekspor Korea Selatan karena banyak negara menahan belanja.
Selain ekspor, konsumsi domestik Korea Selatan juga belum sepenuhnya pulih.
Warga Korea Selatan masih berhati-hati dalam belanja karena biaya kebutuhan sehari-hari masih cukup tinggi.
Pemerintah Korea Selatan menyebut situasi ekonomi saat ini sebagai fase “pemulihan waspada”.
Istilah tersebut berarti ekonomi mulai naik tetapi masih ada potensi gangguan sewaktu-waktu.
Salah satu risiko terbesar adalah perlambatan ekonomi China sebagai mitra dagang utama Korea Selatan.
China sedang menghadapi masalah di sektor properti dan menurunnya permintaan dalam negeri.
Jika China melemah semakin dalam, ekspor Korea Selatan bisa ikut terkena dampaknya.
Selain itu, ketegangan geopolitik di beberapa wilayah dunia membuat pasar keuangan menjadi lebih sensitif.
Investor asing mulai berhati-hati menempatkan dana di pasar Asia termasuk Korea Selatan.
Meski begitu, pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan akan lebih kuat pada 2026 jika kondisi global membaik.
Analis memperkirakan bahwa industri teknologi masih akan menjadi kekuatan utama yang menjaga ekonomi Korea Selatan tetap tumbuh.
Korea Selatan kini berusaha mempertahankan momentum pemulihan sambil tetap menghadapi risiko global yang belum hilang sepenuhnya. (J)
Editor : ALengkong