Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Stok Pupuk Nasional Aman di Tengah Gejolak Global, Kementan Pastikan Distribusi Lancar

ALengkong • Rabu, 8 April 2026 - 22:28 WIB
Seorang petani di sawah menunjukkan ketersediaan pupuk yang aman dan distribusi yang lancar, mendukung ketahanan pangan nasional.
Seorang petani di sawah menunjukkan ketersediaan pupuk yang aman dan distribusi yang lancar, mendukung ketahanan pangan nasional.

Jagosatu.com - Ketahanan sektor pertanian nasional terbukti kuat di tengah dinamika global, termasuk potensi gangguan distribusi pupuk dunia akibat konflik di Selat Hormuz. Pemerintah memastikan bahwa stok pupuk nasional tetap aman dan distribusinya kepada petani berjalan lancar, berkat arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang dieksekusi optimal oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajarannya, serta dukungan penuh Komisi IV DPR RI. Langkah-langkah strategis yang diambil telah membuahkan hasil positif dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa masyarakat patut bangga dan merasa tenang atas kondisi tersebut. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Mentan Amran, seluruh ekosistem pangan nasional dikelola secara terintegrasi dan responsif terhadap tantangan global.

“Kita patut bangga dan bahagia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo yang dieksekusi dengan luar biasa oleh Kementan dan tentunya dukungan dari Komisi IV DPR RI, kita semua bisa tidur nyenyak. Karena seluruh ekosistem pangan kita aman,” ujar Rahmad, dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (7/4/2026).

Rahmad menjelaskan, di bawah naungan Mentan Amran, pemerintah telah melakukan perubahan signifikan dalam tata kelola pupuk sejak tahun 2025. Reformasi ini dilakukan melalui dua regulasi utama yang krusial bagi sektor pertanian.

Regulasi pertama adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 yang berfokus pada deregulasi. Perpres ini memangkas birokrasi yang sebelumnya panjang, sehingga penyaluran pupuk dari pabrik dan gudang ke petani dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Kemudian, Perpres Nomor 113 Tahun 2025 memberikan ruang bagi Pupuk Indonesia untuk melakukan revitalisasi pabrik dan meningkatkan efisiensi produksi. Dampak langsung dari kebijakan ini adalah harga pupuk menjadi lebih terjangkau bagi petani, dengan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen.

Kemudahan akses dan penurunan harga pupuk tersebut berdampak langsung pada peningkatan serapan pupuk oleh petani sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Kondisi positif ini juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pertanian nasional secara keseluruhan.

Peningkatan serapan pupuk terbukti dari penyerapan gabah oleh Bulog yang terus meningkat, menunjukkan keterkaitan langsung antara ketersediaan pupuk dengan produktivitas pertanian. Ini menjadi indikator kuat keberhasilan kebijakan yang diterapkan.

Dari sisi ketersediaan, Rahmad memastikan stok pupuk nasional dalam kondisi sangat aman, dengan total mencapai 1,29 juta ton. Seluruh pabrik Pupuk Indonesia saat ini beroperasi secara optimal, menjamin pasokan yang stabil bagi kebutuhan petani.

Rahmad juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi pupuk dunia, yang menyumbang sekitar 30 persen perdagangan pupuk global setiap bulannya. Namun, Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama.

“Selat Hormuz ini adalah pintu untuk 30% perdagangan pupuk dunia. Setiap bulan ada sekitar 4 juta ton yang keluar dari sana. Namun kita patut berbangga karena sejak zaman Bapak Presiden Soeharto, Indonesia terus mengembangkan industri pupuk,” jelas Rahmad.

Ia menyebutkan sejumlah negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat mulai terdampak gangguan pasokan pupuk global. Sementara itu, Indonesia tetap dalam kondisi aman dan stabil, menjadi penyelamat ekosistem pangan dunia.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga mendapat penugasan strategis untuk mendukung transisi energi nasional menuju B50 melalui pembangunan dua pabrik metanol. Pabrik-pabrik ini akan berlokasi di Lhokseumawe dan Bontang untuk mengurangi ketergantungan impor metanol.

Rahmad menegaskan bahwa pupuk merupakan input krusial dalam meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kebijakan subsidi pupuk memiliki dampak langsung terhadap produksi dan stabilitas ekonomi. Subsidi pupuk adalah subsidi produksi yang membantu menjaga inflasi.

Sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Editor : ALengkong
#Pupuk Nasional #Pupuk Indonesia #Ketahanan Pangan #selat hormuz #kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat