Jagosatu.com - Dunia esports kembali dibuat heboh dengan hadirnya Esports World Cup (EWC) 2025 yang akan digelar di Riyadh, Arab Saudi.
Turnamen ini disebut sebagai ajang terbesar dalam sejarah esports karena total hadiah yang disiapkan mencapai US$ 70,45 juta atau sekitar Rp 1 triliun jika dikonversi ke rupiah.
Salah satu game yang paling dinanti dalam event ini adalah Dota 2, yang termasuk dalam daftar cabang utama yang akan dipertandingkan.
Menurut Sports Illustrated (si.com), turnamen Dota 2 di EWC akan berlangsung pada 8–19 Juli 2025, dengan format grup dan playoff seperti Major Dota sebelumnya.
Masih dari sumber yang sama, total hadiah yang disiapkan khusus untuk Dota 2 saja mencapai US$3 juta, menjadikannya salah satu prize pool tertinggi dalam sejarah turnamen mid-season.
Liquipedia Dota 2 Wiki juga mencatat bahwa EWC tahun ini akan menggantikan posisi Riyadh Masters sebagai final dari musim ESL Pro Tour untuk Dota 2.
Artinya, tim-tim Dota 2 terbaik dari seluruh dunia akan berkumpul di Riyadh untuk memperebutkan gelar juara dan hadiah yang sangat besar.
Menurut Reuters, Arab Saudi memang sedang gencar mengembangkan industri gaming dan esports lewat investasi besar-besaran, salah satunya melalui EWC.
Menariknya, turnamen ini juga menggandeng bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, sebagai brand ambassador resmi Esports World Cup 2025.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Resmi Jadi Duta EWC 2025, Siap Ramaikan Dunia Esports!
Keterlibatan Ronaldo menjadi bukti bahwa dunia esports kini semakin mendekati industri hiburan mainstream dan olahraga internasional.
Bagi para penggemar Dota 2, ini bukan hanya soal pertandingan biasa, tapi soal kebanggaan dan sejarah baru yang sedang dibangun di dunia kompetitif.
Sejumlah tim besar seperti Gaimin Gladiators, Team Spirit, BetBoom Team, dan Liquid dijadwalkan ikut serta dalam perebutan mahkota juara EWC 2025.
Turnamen ini juga akan menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang belakangan mulai menunjukkan perkembangan positif di skena kompetitif Dota 2.
Selain hadiah utama, tim peserta juga akan memperebutkan poin ESL Pro Tour, yang menentukan kelayakan mereka di turnamen elite lainnya di tahun ini.
Siaran langsung EWC 2025 bisa disaksikan secara gratis melalui platform seperti Twitch, YouTube, dan TikTok, menurut SI.com.
Panitia juga menjanjikan pengalaman stadion langsung bagi penonton di Riyadh dengan konsep festival yang menggabungkan esports, musik, dan budaya pop.
Untuk menjaga kompetisi tetap adil, EWC 2025 bekerja sama dengan berbagai organisasi anti-cheat dan memiliki sistem pengawasan real-time selama pertandingan berlangsung.
Turnamen ini tidak hanya dinilai sebagai kompetisi biasa, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang Arab Saudi untuk menjadi pusat industri game global.
Melihat jumlah hadiah dan level kompetisi yang ada, tidak heran jika EWC 2025 disebut-sebut sebagai “The Olympics of Esports.”
Dengan perkembangan ini, Dota 2 tidak hanya bertahan sebagai salah satu game esports legendaris, tapi juga berhasil menjaga eksistensinya di tengah ketatnya persaingan game baru.
Antusiasme dari komunitas Dota 2 sangat besar, terlihat dari meningkatnya jumlah pencarian turnamen dan pembahasan aktif di forum-forum seperti Reddit dan Discord.
Para caster dan analis internasional pun memprediksi EWC 2025 akan menjadi titik balik dan penyegaran kompetitif yang dibutuhkan Dota 2 di tahun ini.
(rm)
Editor : ALengkong