Jagosatu.com - Game buatan lokal kini semakin menunjukkan taringnya di kancah nasional bahkan internasional.
Salah satu game yang sedang ramai dibicarakan adalah Wardeka: Battleground, buatan BigDade Studio dari Manado.
Wardeka mengusung genre third-person shooter (TPS) yang dikemas dengan suasana futuristik dan cita rasa budaya Nusantara.
Wardeka mengambil latar masa depan tahun 2040, tapi tetap menyisipkan elemen budaya Indonesia di berbagai aspek.
Menurut Radar Papua, Wardeka terinspirasi dari budaya lokal Indonesia Timur seperti Sulawesi dan Papua.
Sentuhan budaya ini terlihat dari nama karakter, latar map, hingga ornamen khas dalam game.
Map dalam game ini tidak hanya dibuat futuristik, tapi juga mengusung tema-tema khas daerah seperti pelabuhan tropis dan hutan adat.
SuperLive.id menyebutkan bahwa beberapa desain karakter memakai pakaian tempur futuristik bercampur motif batik dan ukiran tradisional.
Salah satu contoh map menarik dalam Wardeka adalah "Tanah Hangus", yang terinspirasi dari wilayah timur Indonesia dengan nuansa pasca-konflik dan adat lokal.
Elemen khas seperti rumah panggung, pohon sagu, dan ornamen adat bisa ditemukan di berbagai bagian map.
Selain map, karakter juga dirancang dengan mempertimbangkan representasi suku-suku di Indonesia.
Nama-nama karakter seperti Randu dan Lauri berasal dari kosa kata lokal yang berarti simbol keberanian dan pelindung.
Wardeka juga memperkenalkan sistem senjata dengan nama unik seperti "Parakang Blade" dan "Tifa Blaster".
Nama senjata tersebut terinspirasi dari mitologi dan alat musik tradisional Indonesia.
DetikInet menjelaskan bahwa penggabungan unsur modern dan lokal ini sengaja dilakukan untuk menciptakan identitas game nasional.
Wardeka bukan hanya game seru, tapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.
BigDade Studio bekerja sama dengan publisher Majamojo untuk mendistribusikan game ini secara lebih luas.
Menurut SuperLive.id, kolaborasi ini menargetkan komunitas gamer lokal dan memperkuat skena esports Indonesia.
Wardeka bahkan sudah tampil di turnamen regional seperti Warbiasa Governor League di Sulawesi.
Acara ini menjadi ajang ekspos besar bagi Wardeka sebagai produk lokal yang punya kualitas global.
Radar Papua juga mencatat bahwa Wardeka telah memasuki tahap beta dan siap menyambut lebih banyak pemain.
Dengan antusiasme yang besar dari komunitas gamer, Wardeka punya peluang besar untuk bersaing dengan game luar negeri seperti Free Fire dan PUBG Mobile.
Namun keunikan Wardeka bukan dari sisi gameplay semata, melainkan juga karena keberaniannya mengangkat identitas budaya bangsa.
Game ini tidak hanya menghibur, tapi juga mengedukasi pemainnya mengenai kekayaan budaya lokal.
Wardeka membuktikan bahwa budaya Nusantara bisa diangkat ke platform digital tanpa mengurangi sisi modernitas.
Sebagai anak muda Indonesia, kita patut bangga dan mendukung karya anak bangsa seperti Wardeka.
(vyr)
Editor : ALengkong