FragPunk dan Wardeka sama-sama game shooter tim 5v5 yang punya karakter unik dan gameplay cepat.
Tapi kalau FragPunk fokus dengan fitur “Shard Card” dan tampilan neon futuristik, Wardeka justru tampil beda dengan sentuhan budaya lokal.
FragPunk adalah game hero shooter buatan Bad Guitar Studio yang resmi rilis di PC dan konsol pada April 2025.
Game ini punya sistem unik bernama Shard Card, yaitu kartu yang bisa mengubah aturan permainan setiap ronde.
Contohnya, ada kartu yang bikin peluru bisa memantul ke dinding, atau kartu yang bikin pemain lompat super tinggi.
Menurut Xbox Wire, fitur ini dibuat supaya permainan selalu terasa baru dan tidak membosankan.
Sayangnya, menurut TechRadar, FragPunk juga punya sistem kosmetik atau skin yang cukup mahal dan bikin pemain merasa wajib beli kalau ingin tampil keren.
Selain itu, banyak pemain merasa game ini seperti “Valorant yang lebih berisik” dengan efek visual yang kadang bikin bingung.
Di sisi lain, hadir game lokal buatan Indonesia yang nggak kalah seru, yaitu Wardeka: Battlegrounds.
Wardeka dibuat oleh BigDade Studio, pengembang asal Manado yang punya visi membawa budaya Indonesia ke dalam dunia game.
Game ini punya gameplay third-person shooter dengan mode 5v5 seperti FragPunk, tapi tampilannya jauh lebih “berjiwa”.
Yang bikin Wardeka beda adalah tiap karakter punya skill unik berbasis elemen budaya Nusantara.
Ada karakter dengan kekuatan tanah, angin, bahkan desain kostum yang terinspirasi dari batik dan arsitektur lokal.
Menurut Radar Papua, latar permainan dalam game ini disebut Edonisia, yaitu kota futuristik yang tetap membawa unsur tradisional Indonesia.
Grafisnya memang belum sekelas AAA, tapi atmosfer dan identitasnya kuat banget.
Yang paling keren, semua karakter dan kostum di Wardeka bisa dimainkan tanpa harus bayar mahal seperti di FragPunk.
Wardeka memang belum punya sistem monetisasi besar, tapi justru itu yang jadi daya tariknya—game ini terasa lebih “jujur”.
Kalau FragPunk menekankan kejutannya lewat kartu efek acak, Wardeka fokus pada narasi karakter dan cerita di balik skill mereka.
Selain itu, suara dan dialog dalam game Wardeka juga memakai bahasa Indonesia, yang bikin lebih akrab untuk pemain lokal.
Menurut artikel Radar Papua lainnya, Wardeka bahkan mulai dilirik untuk dibawa ke turnamen esports lokal dan komunitas gaming nasional.
Wardeka memang belum sebesar FragPunk secara global, tapi semangatnya jauh lebih terasa.
Game ini juga ringan dan bisa dimainkan di banyak tipe HP Android, beda dengan FragPunk yang lebih berat di spesifikasi.
Bisa dibilang, Wardeka adalah representasi nyata dari “game rasa Indonesia, kualitas dunia”.
Dan yang paling penting: budaya dalam game ini bukan sekadar tempelan, tapi jadi inti dari kekuatan dan cerita para karakter.
Ini menunjukkan bahwa developer Indonesia juga bisa bikin game yang punya nilai lebih, bukan cuma soal tembak-menembak.
FragPunk mungkin keren dan penuh gaya, tapi Wardeka punya jiwa yang tak ternilai.
Kalau kamu gamer yang suka sesuatu yang beda dan punya makna, Wardeka wajib kamu coba.
Game ini cocok buat kamu yang ingin seru-seruan tapi tetap dekat dengan akar budaya sendiri.
Wardeka membuktikan bahwa Indonesia bisa tampil di panggung yang sama dengan game luar negeri.
Dan semua itu dilakukan tanpa harus jual skin mahal atau kartu efek acak.
Karena kadang, yang bikin game keren bukan cuma efek visual, tapi juga niat tulus dari pembuatnya.
vyr.
Editor : Toar Rotulung