Jagosatu.com - Tim raksasa Counter-Strike, Team Vitality, akhirnya mengalami kekalahan setelah mencatatkan rekor luar biasa 37 kemenangan beruntun di tahun 2025.
Mereka tumbang di semifinal IEM Cologne 2025 melawan MOUZ dengan skor 2–0, hasil yang cukup mengejutkan banyak penggemar.
Vitality sebelumnya tampil sempurna di tujuh turnamen internasional, membuat mereka dijuluki tim tak terkalahkan sepanjang musim.
Kekalahan ini terasa lebih pahit karena MOUZ sebelumnya kalah delapan kali dari Vitality sebelum akhirnya menang di pertemuan kesembilan.
Baca Juga: TURNAMEN PELAJAR TERGILA! Free Fire + Nilai Rapor Bisa Bikin Kamu Kuliah Gratis!
Map pertama, Mirage, awalnya dikuasai Vitality dengan keunggulan 8–4 di babak pertama.
Namun MOUZ bangkit sebagai CT dan membalikkan keadaan hingga menang 13–9.
Bintang utama Vitality, ZywOo, tampil sangat buruk dengan rating hanya 0.53 di Mirage, terendah sepanjang tahun 2025.
Map kedua, Train, kembali menjadi milik MOUZ dengan skor akhir 13–8.
Performa buruk juga ditunjukkan flameZ, yang hanya mencatat satu kill dan 18 death di map kedua.
xertioN dari MOUZ menjadi pemain terbaik dengan rating 1.58 dan ADR mencapai 109.8.
Kekalahan ini menandai akhir dari dominasi Vitality sejak kemenangan di IEM Katowice pada awal 2025.
ZywOo mengaku bahwa hari itu adalah hari terburuknya di turnamen besar.
Ia menyatakan dalam wawancara bahwa hampir semua hal yang dia lakukan terasa salah.
Satu-satunya pemain Vitality yang tampil cukup baik adalah ropz, yang punya rating positif meskipun tim kalah.
Vitality juga gagal mempertahankan gelar juara IEM Cologne yang mereka menangkan tahun lalu.
MOUZ akhirnya berhasil membalas kekalahan berturut-turut mereka dari Vitality sebelumnya.
Laga final mempertemukan MOUZ dan Team Spirit dalam duel sengit yang sudah ditunggu penggemar.
Turnamen IEM Cologne 2025 sendiri mencetak rekor penonton dengan lebih dari 35 juta jam ditonton dan 1,13 juta penonton puncak.
Donk dari Team Spirit meraih gelar MVP turnamen dengan rating playoff rata-rata 1.47.
ZywOo sebelumnya meraih banyak MVP sepanjang musim ini, namun akhirnya harus menyerah di Cologne.
Vitality tetap dianggap sebagai tim luar biasa karena menyabet enam hingga tujuh gelar internasional dalam satu musim.
Kini mereka akan bersiap menghadapi tantangan berikutnya di BLAST Bounty melawan NRG.
Kekalahan ini jadi pengingat bahwa dalam e-sport, bahkan tim terbaik pun bisa kalah jika lawan lebih siap.
(J)
Editor : ALengkong