Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Game dan Kesehatan Mental: Dampak Positif dan Negatif yang Harus Kamu Tahu

ALengkong • 2025-08-08 07:22:12

(Foto: Freepik)
(Foto: Freepik)

Jagosatu.com - Game bisa bikin kita happy dan kadang juga bikin khawatir tergantung gimana cara kita mainnya

Bermain game seperti Wardeka dengan gameplay PvPnya bisa bikin otak melepaskan hormon dopamin yang bikin mood kita jadi lebih baik

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa game strategi dan teka-teki bisa bantu melatih kemampuan berpikir dan fokus

Riset dari Oxford University di PLOS ONE menemukan bahwa main Tetris setelah nonton sesuatu yang menegangkan bisa mengurangi ingatan traumatis berupa flashback

Tetris bisa mengganggu proses memori visual yang menyebabkan flashback karena otak sibuk mengolah bentuk blok yang bergerak

Bermain dalam jangka waktu kritis setelah kejadian traumatis—misalnya beberapa jam setelah—terbukti lebih efektif mengurangi potensi flashback

Tidak semua game punya efek yang sama; misalnya, lomba kuis setelah trauma malah bisa meningkatkan frekuensi flashback

Game bisa juga menjadi sarana sosialisasi, terutama game multiplayer yang memungkinkan berkomunikasi dan kerja tim secara virtual

Game edukasi dirancang khusus untuk membantu belajar sambil bermain, seperti game pemecahan masalah dan simulasi

Penggunaan game secara bijak bisa menjadi hobi yang mengasah kreativitas, ketekunan, dan kebersamaan

Baca Juga: Main Gratis, Bayar Mahal? Fakta Mengejutkan Mikrotransaksi di Industri Game!

Namun, terlalu banyak bermain game bisa mengganggu tidur, membuat seseorang jadi kurang bergerak, dan bisa menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti kurang aktivitas atau mata lelah

Gangguan bermain game (gaming disorder) terjadi saat seseorang sulit mengontrol waktunya, tetap bermain meski sudah tahu dampak negatifnya, hingga mengabaikan tanggung jawab penting sehari-hari

Gaming disorder termasuk kasus langka, tapi tetap penting untuk diwaspadai terutama jika mulai mengganggu sekolah, keluarga, atau fungsi sosial lainnya

Penting bagi pemain—terutama anak SMP—untuk mengenali batasan dalam bermain dan tetap punya waktu buat teman dan aktivitas lain

Orang tua dan guru bisa bantu dengan memberikan aturan waktu bermain yang sehat dan memantau jenis game yang dimainkan

Game juga bisa dipakai secara positif sebagai media pembelajaran digital selama ada bimbingan dan tidak berlebihan

Beberapa studi menyarankan penerapan jeda saat bermain dan melakukan kegiatan fisik ringan agar otak dan tubuh tetap sehat

Secara keseluruhan, game punya potensi positif dan negatif; yang penting adalah kita sebagai pemain harus bijak dalam mengelola waktu dan jenis game yang dimainkan

(KT)

Editor : ALengkong
#kesehatan mental #trauma #wardeka #game #gaming disorder #edukasi digital #Remaja