Jagosatu.com - Game bisa bikin kita happy dan kadang juga bikin khawatir tergantung gimana cara kita mainnya
Bermain game seperti Wardeka dengan gameplay PvPnya bisa bikin otak melepaskan hormon dopamin yang bikin mood kita jadi lebih baik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa game strategi dan teka-teki bisa bantu melatih kemampuan berpikir dan fokus
Riset dari Oxford University di PLOS ONE menemukan bahwa main Tetris setelah nonton sesuatu yang menegangkan bisa mengurangi ingatan traumatis berupa flashback
Tetris bisa mengganggu proses memori visual yang menyebabkan flashback karena otak sibuk mengolah bentuk blok yang bergerak
Bermain dalam jangka waktu kritis setelah kejadian traumatis—misalnya beberapa jam setelah—terbukti lebih efektif mengurangi potensi flashback
Tidak semua game punya efek yang sama; misalnya, lomba kuis setelah trauma malah bisa meningkatkan frekuensi flashback
Game bisa juga menjadi sarana sosialisasi, terutama game multiplayer yang memungkinkan berkomunikasi dan kerja tim secara virtual
Game edukasi dirancang khusus untuk membantu belajar sambil bermain, seperti game pemecahan masalah dan simulasi
Penggunaan game secara bijak bisa menjadi hobi yang mengasah kreativitas, ketekunan, dan kebersamaan
Baca Juga: Main Gratis, Bayar Mahal? Fakta Mengejutkan Mikrotransaksi di Industri Game!
Namun, terlalu banyak bermain game bisa mengganggu tidur, membuat seseorang jadi kurang bergerak, dan bisa menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti kurang aktivitas atau mata lelah
Gangguan bermain game (gaming disorder) terjadi saat seseorang sulit mengontrol waktunya, tetap bermain meski sudah tahu dampak negatifnya, hingga mengabaikan tanggung jawab penting sehari-hari
Gaming disorder termasuk kasus langka, tapi tetap penting untuk diwaspadai terutama jika mulai mengganggu sekolah, keluarga, atau fungsi sosial lainnya
Penting bagi pemain—terutama anak SMP—untuk mengenali batasan dalam bermain dan tetap punya waktu buat teman dan aktivitas lain
Orang tua dan guru bisa bantu dengan memberikan aturan waktu bermain yang sehat dan memantau jenis game yang dimainkan
Game juga bisa dipakai secara positif sebagai media pembelajaran digital selama ada bimbingan dan tidak berlebihan
Beberapa studi menyarankan penerapan jeda saat bermain dan melakukan kegiatan fisik ringan agar otak dan tubuh tetap sehat
Secara keseluruhan, game punya potensi positif dan negatif; yang penting adalah kita sebagai pemain harus bijak dalam mengelola waktu dan jenis game yang dimainkan
(KT)