Kabar ini datang langsung dari CEO Complexity, Jason Lake, yang mengumumkannya lewat video resmi dan unggahan di media sosial.
Menurut Esports Insider, keputusan ini diambil karena kondisi finansial esports yang semakin sulit di tahun 2025.
Jason Lake menjelaskan bahwa mereka sudah mencoba berbagai cara untuk mempertahankan tim, namun semua usaha tersebut gagal.
Dikatakan Jason, menjalankan tim tier-one di CS2 butuh dana yang sangat besar dan mereka tidak bisa lagi memenuhi hal itu.
Dilansir dari Hotspawn, Jason juga menambahkan bahwa mundurnya Complexity lebih baik ketimbang memaksakan diri dengan kondisi yang tidak sehat.
Ia ingin memastikan bahwa pemain dan staf diperlakukan dengan baik sebelum akhirnya organisasi meninggalkan CS2.
Keputusan ini tentu menjadi pukulan berat karena Complexity sudah lebih dari dua dekade hadir di kancah Counter-Strike.
Sejak era CS 1.6, CS:GO, hingga CS2, nama Complexity selalu menjadi bagian dari persaingan papan atas.
Namun kali ini, situasi ekonomi membuat mereka harus merelakan sesuatu yang sudah menjadi identitas organisasi sejak lama.
Menurut Hotspawn, Jason juga mengungkapkan bahwa tidak ada rencana untuk segera kembali ke CS2 dalam waktu dekat.
Baca Juga: Echeverri ke Leverkusen: Rahasia Besar di Balik Transfer yang Bikin Fans Manchester City Geger!
Ia lebih memilih menunggu sampai keadaan lebih stabil, baik dari sisi finansial maupun perkembangan industri esports.
Yang menarik, hengkangnya Complexity tidak berarti para pemainnya akan menghilang dari skena CS2.
Dilansir dari Esports.net, empat pemain utama Complexity dipindahkan ke organisasi baru asal Ukraina, Passion UA.
Tim Passion UA ini dimiliki oleh pesepakbola ternama, Oleksandr Zinchenko, yang juga bermain untuk Arsenal.
Roster tersebut terdiri dari JT, hallzerk, Grim, dan nicx, yang kini akan tampil di bawah bendera Passion UA.
Mereka juga akan tetap bersama pelatih T.c untuk mempersiapkan diri di turnamen besar berikutnya.
Turnamen besar yang dimaksud adalah StarLadder Budapest Major, ajang penting untuk membuktikan kekuatan tim baru ini.
Dengan bergabungnya roster Complexity ke Passion UA, fans masih bisa melihat aksi para pemain favorit mereka.
Selain itu, kabar hengkangnya pelatih Tiaan “T.c” Coertzen dari Complexity pada Maret lalu juga memberi tanda besar akan adanya perubahan.
Menurut BO3.gg, T.c mengundurkan diri setelah tim hanya menang 1 dari 6 pertandingan LAN di awal musim.
Keputusan itu membuat Complexity terlihat goyah, hingga akhirnya benar-benar memutuskan mundur dari CS2.
Sebelum mundur, Complexity juga sempat ditinggalkan oleh bintang mereka, Jonathan “EliGE” Jablonowski.
Dilansir dari Esports.gg, EliGE resmi keluar dari tim pada Januari 2025 setelah rentetan hasil yang mengecewakan.
EliGE sebelumnya berhasil membawa Complexity juara ESL Challenger Jönköping 2024 dan runner-up di IEM Sydney 2023.
Namun hasil buruk di beberapa turnamen besar membuatnya akhirnya berpisah jalan dengan Complexity.
Kini, keputusan mundur dari CS2 menjadi akhir resmi perjalanan panjang Complexity di Counter-Strike.
Bagi fans, ini tentu kabar sedih, tapi setidaknya mereka masih bisa mendukung mantan roster yang kini bermain untuk Passion UA.
Ke depan, Jason Lake memastikan Complexity akan fokus pada divisi lain dan menjaga organisasi tetap hidup di dunia esports.
Mundurnya Complexity dari CS2 juga menjadi gambaran nyata bahwa esports sedang menghadapi tantangan ekonomi yang serius.
vyr
Editor : Toar Rotulung