Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Skate Akan Menghancurkan Konsep Game Lama — Ini Alasannya!

Toar Rotulung • Sabtu, 27 September 2025 - 07:48 WIB
Skater bereksperimen tricks di San Vansterdam
Skater bereksperimen tricks di San Vansterdam

Jagosatu.com - Skate (ditulis “skate.”) adalah game online skateboarding dengan konsep sandbox multiplayer yang baru dirilis ke versi Early Access pada tanggal 16 September 2025 di banyak platform.

Game ini dibuat sebagai pengalaman yang selalu online, tidak bisa dimainkan secara offline. Menurut FAQ resmi EA, “the game and city are designed to be a living, breathing massively-multiplayer skateboarding sandbox that is always online and always evolving.”

Skate telah dirilis untuk PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X|S di awal, sementara versi mobile (Android dan iOS) akan menyusul kemudian. 

Dalam pernyataan resminya, EA menyebutkan bahwa game ini free-to-play dengan dukungan cross-platform dan cross-progression. 

Pada game ini, pemain akan menjelajah ke kota bernama San Vansterdam yang terbagi menjadi empat wilayah utama untuk dieksplorasi.

Server dari Skate dapat menampung hingga 150 pemain per sesi, dan semua pemain dapat berinteraksi di dunia yang sama.

Salah satu fitur unik ialah kemampuan untuk menempatkan objek skate seperti ramp dan rel secara langsung di dunia lewat fitur Quick Drop, dan objek tersebut bisa dipakai pemain lain di sesi yang sama. 

Karena sifatnya “live-service,” EA merencanakan pembaruan berkala, event musiman, dan perluasan wilayah baru sebagai bagian dari evolusi game ini. 

Kontrol ikonik “Flick-It” dari game Skate lama dibangun ulang dengan peningkatan untuk respons yang lebih halus dan presisi.

Skate juga menyediakan jalur kustomisasi kosmetik — pemain bisa membeli item pakaian atau papan skate hanya untuk tampilan saja, tidak mempengaruhi gameplay inti. 

Salah satu kontroversi ialah ketidaktersediaan mode offline — jika server ditutup suatu hari, game ini kemungkinan menjadi tidak dapat dimainkan.

EA menjelaskan bahwa game ini selalu memerlukan koneksi internet agar dunia tetap dinamis dan event berjalan. 

Meski begitu, banyak pemain yang ragu terhadap model always-online karena pengalaman game bisa hilang ketika dukungan server berakhir, seperti kasus game lain yang servernya ditutup. 

Dalam wawancara dengan tim pengembang, mereka menyebut bahwa pemain akan dilibatkan dalam perkembangan game melalui feedback agar kota dan fitur baru bisa bertambah sesuai keinginan komunitas. 

Area awal San Vansterdam meliputi Hedgemont, Gullcrest Village, Market Mile, dan Brickswich, tiap wilayah punya karakteristik desain berbeda. 

Game ini juga memungkinkan pemain untuk keluar dari papan, berlari, memanjat, dan mengakses spot di ketinggian — bukan sekadar skating biasa di jalanan. 

Versi Early Access skate. ditujukan sebagai dasar untuk membangun dan “mengasah” game ke versi penuh di masa depan, bukan versi final.

Dalam roadmap yang diumumkan, pembaruan musim 1 mencakup event musiman, skate.Pass sebagai semacam battle pass, dan perbaikan kualitas hidup. 

Pengembang juga berniat menambahkan fitur seperti chat suara di party, editor replay, trik baru seperti Impossibles dan Darkslides, serta leaderboard ke dalam pembaruan selanjutnya. 

Saat ini di Steam, skate. memiliki review campuran dari pengguna, sekitar 62% ulasan positif.

Meskipun banyak tantangan, game ini menghadirkan potensi besar sebagai tempat hangout virtual di dunia skate, terutama dengan sistem sosialnya dan kebebasan bereksperimen di dunia terbuka.

Itulah gambaran mendalam tentang skate. sebagai game multiplayer sandbox baru yang hadir di banyak platform.

(DB)

 

Editor : Toar Rotulung
#game sandbox 3D #EA #Skate