Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Nasib Splinter Cell Remake Terancam? Ubisoft Pangkas Puluhan Staf

Toar Rotulung • Jumat, 27 Februari 2026 - 23:30 WIB

UBISOFT Barcelona
UBISOFT Barcelona

JagoSatu.com - Ubisoft lagi dalam mode siaga satu buat berbenah besar-besaran. Sang CEO, Yves Guillemot, mengakui perusahaannya terlalu ambisius dengan menyetujui terlalu banyak proyek saat pandemi, yang ternyata dampaknya malah bikin perusahaan tekor sekarang.

Dampak nyatanya sudah terasa, mulai dari pemecatan 40 staf di Ubisoft Toronto hingga rencana pengurangan 200 karyawan di Paris. Istilah "pengunduran diri sukarela" yang dipakai sebenarnya cuma bahasa halus perusahaan agar tidak terlihat memecat orang.

Dilansir oleh GamesRadar+, Guillemot mengonfirmasi adanya restrukturisasi selektif demi menekan biaya. Ternyata, lonjakan permintaan game saat pandemi tidak bertahan lama seperti yang mereka perkirakan. Ubisoft sepertinya salah perhitungan saat mengira orang-orang akan terus berdiam di rumah.

Strategi baru mereka kini lebih ketat soal urusan karyawan. Ubisoft bakal memprioritaskan pengurangan staf secara halus dan sangat membatasi perekrutan baru. Mereka sedang berusaha keras mengembalikan keuntungan setelah sebelumnya boros pengeluaran tanpa perhitungan yang matang.

Beberapa judul game yang sangat dinantikan mungkin saja bakal menghilang tanpa kabar. Selain memangkas orang, Ubisoft juga tidak ragu menghentikan proyek yang dianggap tidak menguntungkan demi menyelamatkan bisnis mereka yang sedang goyang.

Seperti dikutip dari GamesRadar+, sang CEO menyalahkan rumitnya manajemen karena terlalu banyak proyek yang berjalan berbarengan. Kini, ia ingin mengubah Ubisoft jadi tim yang lebih ramping dan gesit demi menyeimbangkan talenta senior dan junior.

Meski sudah merilis judul gede seperti Assassin's Creed Shadows, ternyata pemasukan mereka masih belum sanggup menutup biaya operasional yang membengkak. Realita pasca-pandemi memaksa mereka untuk memikirkan ulang seluruh proses produksi dari nol.

Ubisoft juga berencana menggunakan teknologi internal secara lebih efektif. Ini biasanya jadi sinyal bahwa mereka akan lebih mengandalkan sistem otomatis dalam pembuatan game. Namun, jika proses ini tidak hati-hati, kualitas game bisa terasa makin hambar.

Perusahaan ini menargetkan penghematan hingga €200 juta untuk menstabilkan keuangan. Upaya penghematan global ini berdampak pada studio mereka dari Prancis sampai Kanada demi menutup lubang akibat kesalahan perhitungan manajemen di masa lalu.

Ubisoft Toronto baru saja memangkas 40 pengembang meski mereka sedang mengerjakan remake Splinter Cell. Walaupun Ubisoft mengeklaim proyek tersebut tetap jalan, kehilangan banyak staf di tengah jalan tentu bukan kabar baik bagi para penggemar.

Dilansir oleh GamesRadar+, banyak perusahaan game sebenarnya terjebak dalam keyakinan keliru bahwa pertumbuhan saat pandemi akan bersifat permanen. Ubisoft mungkin bukan satu-satunya yang kesulitan, tapi mereka yang paling terbuka mengakui kesalahannya.

Kini prioritas mereka adalah menghadirkan game berkualitas tinggi dengan tim ramping yang lebih solid. Mereka ingin beralih dari era "asal rilis" ke jadwal yang lebih efisien. Slogan kualitas di atas kuantitas pun kembali didengungkan.

Rencana pengurangan karyawan di Paris disebut sebagai penyesuaian struktur demi target jangka panjang. Namun, pada akhirnya para pengembanglah yang harus berkorban demi menutupi kesalahan strategi para eksekutif perusahaan yang terlalu optimis.

Kini para fans mulai khawatir soal nasib franchise favorit mereka. Dengan restrukturisasi di semua lini, tidak ada proyek yang benar-benar aman. Kalau judul sebesar Far Cry sampai ikut kena imbas, berarti kondisinya memang gawat.

Ubisoft akhirnya belajar bahwa pertumbuhan tanpa batas itu cuma angan-angan semata. Mereka harus memangkas staf dan membatalkan game demi memperbaiki keadaan. Nah, menurut kalian langkah "diet" ini bakal bikin game mereka makin oke? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung