JAGOSATU.COM - Mengungkap Keindahan dalam Karya-Karya Terkenal Vincent van Gogh
Pelukis Belanda, Vincent van Gogh, memiliki lebih dari 2.000 karya seni yang diciptakan dalam waktu 10 tahun. Tingkat produktivitasnya sebanding dengan hampir menciptakan satu karya seni baru setiap 36 jam.
Namun, nasib pelukis terkenal ini tidak beruntung selama hidupnya. Karya-karyanya baru mendapatkan ketenaran dunia setelah ia meninggal dunia.
Dilansir dari Art Land Magazine, berikut adalah beberapa lukisan terkenal yang dimiliki oleh van Gogh.
Starry Night
Vincent van Gogh, 'Starry Night', 1889. (Vincent van Gogh Foundation)
'Starry Night' adalah salah satu lukisan paling terkenal dari van Gogh. Lukisan ini sering kali tersebar di media sosial.
Namun, di balik keindahannya, terdapat kisah pilu. Lukisan ini menggambarkan pemandangan yang dilihat oleh van Gogh saat dirawat di rumah sakit jiwa Saint Paul de Mausole di Saint Rémy, Prancis.
Sunflowers
Vincent van Gogh, 'Sunflowers', 1889. (Vincent van Gogh Foundation)
Selama tinggal di Arles, Prancis, van Gogh menciptakan lima lukisan bunga matahari dalam sebuah vas. Lukisan tersebut hanya menggunakan tiga variasi warna kuning. Bagi van Gogh, bunga matahari melambangkan rasa terima kasih.
The Potato Eaters
Vincent van Gogh, 'The Potato Eaters', 1885. (Vincent van Gogh Foundation)
'Lukisan The Potato Eaters' merupakan karya yang sangat penting bagi van Gogh.
Lukisan ini menggambarkan realitas keras kehidupan di pedesaan, dengan menggambarkan para petani yang bekerja keras dengan wajah kasar dan tangan berotot.
Meskipun mendapatkan kritik karena warna-warna yang gelap, bagi van Gogh, pesan dalam lukisan ini lebih penting daripada kesempurnaan teknis.
'Wheatfield with Crows'
'Wheatfield with Crows' adalah salah satu lukisan terakhir van Gogh. Lukisan ini dilukis beberapa minggu sebelum kematiannya.
The Bedroom in Arles
Vincent van Gogh, 'The Bedroom in Arles', 1888. (Vincent van Gogh Foundation)
'The Bedroom in Arles' menggambarkan tempat tidur van Gogh selama tinggal di Arles, Prancis, dengan perabotan sederhana.
Dalam suratnya kepada adiknya Theo, Vincent mengungkapkan bahwa ia sengaja membuat interior lukisan ini terlihat datar dan menghilangkan bayangan agar kesannya menyerupai cetakan Jepang.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu