Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Memahami Dampak Kecanduan Gawai pada Anak dan Upaya Pencegahannya.

Aryanti Sasamu • 2023-07-10 09:57:33
Ilustrasi - Anak yang candu akan gadget.
Ilustrasi - Anak yang candu akan gadget.

JAGOSATU.COM - Dalam era kemajuan teknologi seperti saat ini, anak-anak cenderung menghabiskan banyak waktu mereka dengan menggunakan perangkat gawai.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda kecanduan gawai dan dampak yang mungkin timbul.

Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Common Sense Media dan dikutip oleh Hindustan Times pada hari Minggu, anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun menghabiskan waktu rata-rata 5,5 jam setiap hari untuk menggunakan gawai.

"Anak-anak tumbuh dan hidup dalam lingkungan yang dipenuhi dengan perangkat digital, yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka, seperti telepon pintar, tablet, laptop, dan konsol gim.

Penggunaan berlebihan perangkat ini oleh anak-anak berisiko," kata Dr. Arvind Otta, seorang psikolog dan aktivis kesehatan mental.

Dr. Arvind menambahkan bahwa anak-anak yang berusia 6 tahun ke atas sebaiknya membatasi penggunaan gawai mereka tidak lebih dari 2 jam per hari.

Jika penggunaannya melebihi batas tersebut, dapat berdampak buruk pada perkembangan anak.

Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar gawai dapat mempengaruhi produksi hormon melatonin yang mengatur pola tidur.

Paparan berlebihan terhadap cahaya layar ini dapat mengganggu pola tidur, mengurangi kualitas tidur, dan menyebabkan kelelahan pada siang hari.

Lebih lanjut, Dr. Arvind menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan iritabilitas, kesulitan konsentrasi, masalah memori, perubahan suasana hati, dan masalah lainnya.

Dr. Arvind juga menyebutkan beberapa tanda bahwa seorang anak mengalami kecanduan gawai, antara lain mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mengerjakan PR, bermain di luar ruangan, dan berpartisipasi dalam aktivitas kreatif. Selain itu, perubahan perilaku dan emosi juga dapat terlihat pada anak.

Jika anak terpapar oleh konten yang agresif atau tidak sesuai dengan usianya, hal tersebut dapat menyebabkan perilaku kasar, kecemasan, serta dapat mempengaruhi kinerja akademik mereka di sekolah.

Dr. Arvind memberikan beberapa tips untuk mengatur penggunaan gawai oleh anak guna mencegah kecanduan.

Orang tua perlu membuat aturan yang jelas dan menetapkan batasan waktu yang diperbolehkan bagi anak dalam menggunakan gawai.

Orang tua juga dapat membantu anak memahami konsekuensi penggunaan gawai yang berlebihan.

Hal ini akan membantu anak memahami pentingnya menetapkan batasan dalam penggunaan platform digital.

Cara lain yang dapat diterapkan adalah menciptakan zona bebas gawai di rumah, seperti di ruang belajar, ruang makan, atau kamar tidur.

Zona bebas gawai ini dapat membantu mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gawai.

Ketika anak sedang menggunakan gawai, disarankan bagi orang tua untuk mendampingi mereka. Hal ini dapat membantu membangun ikatan hubungan antara orang tua dan anak.

Mengajak anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan bermain kreatif juga merupakan langkah efektif untuk mengurangi waktu penggunaan gawai.

Selain dapat melatih fisik anak, kegiatan-kegiatan tersebut juga memiliki dampak positif pada kemampuan kognitif anak.

Memantau penggunaan media digital secara rutin pada anak adalah langkah penting dalam menjaga kesejahteraan mereka.

Orang tua perlu segera melakukan intervensi jika mereka melihat adanya masalah, serta tetap terlibat dalam aktivitas daring anak-anak mereka untuk melindungi mereka dari potensi bahaya," ujar Dr. Arvind.(antara)

Editor : Aryanti Sasamu
#gawai #kesehatan anak #kecanduan gawai #anak anak