JAGOSATU.COM - Dr. dr. Em Yunir, SpPD., KEMD, seorang dokter spesialis penyakit dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, membagikan cara praktis menghitung kebutuhan energi berdasarkan aktivitas untuk mencegah obesitas.
Menurut Yunir, penghitungan kebutuhan energi berdasarkan aktivitas harus dimulai dengan mempertimbangkan tinggi badan dan berat badan saat ini.
Ia juga menjelaskan pentingnya mengetahui apakah seseorang memiliki berat badan kurus, normal, atau gemuk untuk menentukan kebutuhan energi yang tepat.
Dalam hal ini, Yunir menjelaskan bahwa penggunaan Indeks Massa Tubuh (BMI) dapat membantu menentukan kategori berat badan.
Jika BMI kurang dari 18,5, maka seseorang dikategorikan memiliki kekurangan berat badan (kurus). BMI antara 18,5 hingga 24,9 dianggap ideal, sedangkan BMI antara 25 hingga 29,9 menunjukkan kelebihan berat badan (gemuk).
Baca Juga: Panduan Praktis untuk Meracik Kopi Manual Brew bagi Pemula
Yunir menjelaskan bahwa individu dengan berat badan gemuk membutuhkan 20-25 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas ringan, 30 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas sedang, dan 35 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas berat.
Sementara itu, individu dengan berat badan normal atau ideal membutuhkan 30 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas ringan, 35 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas sedang, dan 40 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas berat.
Individu dengan berat badan kurus membutuhkan 35 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas ringan, 40 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas sedang, dan 40-50 kalori per kilogram berat badan untuk aktivitas berat.
Untuk menghitung kebutuhan energi secara keseluruhan, Yunir menyarankan untuk mengalikan berat badan dengan kebutuhan kalori berdasarkan aktivitas dan kategori status berat badan.
Sebagai contoh, individu dengan tinggi badan 160 centimeter dan berat badan ideal 54 kilogram, yang menjalani aktivitas ringan, seharusnya mengonsumsi sekitar 1.700 kalori per hari.
Yunir menjelaskan bahwa penghitungan kebutuhan energi per kilogram berat badan berdasarkan aktivitas bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara asupan energi yang masuk ke tubuh dengan pengeluaran energi melalui aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Tips Membantu Anak Mengatasi Malas Sekolah Pasca Liburan Panjang di Tahun Ajaran Baru.
Jika asupan energi melebihi pengeluaran energi, ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas.
Yunir juga menyoroti pentingnya kesadaran akan pola makan dan aktivitas fisik dalam mencegah obesitas.
Dalam era yang semakin mudah mendapatkan makanan dengan berbagai variasi, Yunir memperingatkan tentang konsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak.
Dalam jangka panjang, Yunir menekankan bahwa asupan kalori yang berlebihan tanpa aktivitas fisik yang memadai dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh.
Ini dapat berdampak pada risiko peradangan, penurunan fungsi insulin dan hormon leptin, lipotoksisitas, kolesterol tinggi, serta meningkatkan risiko diabetes.(antara)
Editor : Aryanti Sasamu