JAGOSATU,COM - Seiring dengan perkembangan zaman, setiap perusahaan memiliki kualifikasi pekerjaannya masing-masing dengan menyesuaikan output yang hendak dicapai. Namun, acapkali lingkungan kerja yang terlalu menekan bisa membuat para pekerja menjadi tidak nyaman.
Bahkan terkadang kompetisi di sebuah perusahaan akhirnya menciptakan suasana kerja serta membentuk pembentukan lingkungan yang toxic. Padahal lingkungan kerja yang toxic akhirnya juga akan mendorong banyaknya pekerja yang memilih keluar atau memunculkan kerugian lainnya.
Lingkungan toxic sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah kondisi yang membuat para pekerja merasa terhukum, tertolak, merasa bersalah, atau bahkan merasa malu sehingga membuat mereka menjadi tidak nyaman. Dalam tulisan ini, dijabarkan sepuluh tanda lingkungan kerja yang toxic dan lebih baik dijauhi guna menjaga kesehatan mental ataupun jasmanimu, dikutip dari Tech Target.
Baca Juga: Mengungkap Asal Usul Tahun Baru Islam dan Peristiwa Penting di Baliknya.
- Tidak ada ruang untuk kesalahan
"Salah satu tanda lingkungan yang tidak sehat adalah larangan keras untuk melakukan kesalahan. Padahal sebagai seorang manusia, kesalahan merupakan hal yang umum dan lumrah. Namun, pada lingkungan toxic seseorang akan dituntut untuk selalu sempurna. Tidak hanya kesempurnaan, kantor yang tidak baik juga sering menyalahkan berbagai kesalahan pada pegawainya, sehingga membuat para pekerja menjadi takut untuk gagal ataupun melakukan kesalahan. Hal itu kemudian membuat seseorang tidak berani keluar dari zona nyamannya, yang lantas merugikan timnya."
- Tidak saling percaya satu sama lain
"Sebagai akibat dari dorongan untuk menjadi sempurna, kadang kala para pekerja akhirnya menaruh kecurigaan antara satu dengan lainnya. Hal tersebut karena mereka terlalu merasa waspada dan tidak saling percaya. Biasanya para atasan akan memasang mata elang mereka dan membuatmu tidak nyaman karena dimonitori secara terus menerus. Padahal kondisi ketidakpercayaan tersebut malah akan menciptakan rasa tidak percaya diri bagi para pegawai karena mereka meragukan kemampuan yang dimiliki."
- Peran Pekerjaan yang membingungkan
"Peran pekerjaan yang tidak jelas dan tumpang tindih antara satu sama lain juga menjadi tanda sebuah lingkungan sudah tidak lagi baik untuk ditinggali. Umumnya kondisi kebingungan ini didorong oleh disfungsionalisme yang ada di suatu perusahaan. Tidak hanya memperlambat penyelesaian pekerjaan, peran tidak jelas juga berpotensi menciptakan konflik antar pegawai, karena pekerjaan mereka mungkin saja bertubrukan. Dengan demikian untuk mencegah hal tersebut, dapat dilakukan dengan membuat pola jelas tiap peran yang ada."
- Meningkatkan tingkat stress seseorang
Tidak dapat dipungkiri bahwa, setiap pegawai pasti setidaknya pernah mengalami kelelahan ataupun hal lain yang membuatnya menjadi stress. Namun, dalam lingkungan toxic umumnya tingkat stress yang dimiliki oleh tiap orang berada pada tingkat yang tinggi. Umumnya ketika seseorang terlalu lama bertahan pada lingkungan dengan tingkat stres yang tinggi, maka semakin lama akan mempengaruhi tingkat pekerjaan maupun kesehatan mereka. Stres tinggi sendiri dapat ditandai dengan rasa lelah berkepanjangan, gangguan tidur, ataupun pusing.
Baca Juga: Serangan Balasan Rusia Kembali Mengguncang Odesa, Ukraina Pasca Insiden di Krimea
- Penuh dengan pembahasan gosip
"Banyak orang yang mengatakan bahwa bergosip adalah salah satu langkah mendekatkan diri dengan lingkungan. Namun, intensitas gosip yang tinggi dan tidak terkendali sejatinya akan membuat lingkungan pekerjaan menjadi toxic. Seperti yang diketahui gosip dipenuhi oleh hal-hal negatif yang bahkan membuat seseorang merasa terbully, terasingkan, atau dibenci oleh teman sekantornya. Dengan berbagai perasaan itu, tentu seseorang akan lebih cepat mengalami depresi, gangguan kecemasan, atau kelelahan."
- Banyak pekerja yang memilih keluar
"Tanda yang paling umum dan mudah terlihat dari sebuah lingkungan yang tidak apik adalah banyaknya pekerja yang memilih keluar dari perusahaan itu terutama apabila di waktu yang sama. Pada umumnya, beberapa alasan yang membuat seseorang keluar dari pekerjaan yang dimiliki adalah, gaji yang kecil, kesempatan kecil dalam mengembangkan karir, atau bahkan karena merasa tidak nyaman."
- Batas pekerjaan yang tidak sehat
"Beberapa hal yang menandakan sebuah perusahaan memiliki batasan yang tidak wajar terkait pekerjaan adalah mengganggu waktu cuti atau libur para pekerja, mengekspektasikan pegawai bekerja di luar waktu tanpa upah, ataupun mengutamakan pekerjaan dibanding kesehatan. Sebagai seorang manusia, tentu setiap pegawai harus diberi kebebasan dan waktu untuk beristirahat. Selain itu, melewati batas yang ada juga akan berdampak pada hasil pekerjaan itu sendiri, karena pekerjaan yang dipaksakan tidak akan mencapai hasil yang terbaik."
- Penuh dengan kebiasaan gaslighting
Selain ketujuh tanda sebelumnya, tanda lain lingkungan yang toxic adalah budaya gaslighting. Menurut kamus Meeriam Webster, gaslighting adalah tindakan atau praktek menyesatkan orang lain untuk keuntungan sendiri. Contoh dari aksi yang sering dikaitkan dengan kemampuan manipulasi ini adalah seorang pegawai yang mengkonfrontasi teman sekantor dalam lingkup publik untuk menutup kesalahan yang baru saja dilakukan.
- Keterbatasan dukungan karir
Beberapa karyawan merasa tidak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan atau mengembangkan karir mereka. Lingkungan toxic hanya akan mengutamakan keuntungan maksimal tanpa memandang masa depan para pekerja. Kurangnya bimbingan yang dirasakan oleh para pegawai akhirnya akan mempersulit penentuan langkah kelanjutan dari karir mereka. Bahkan terkadang dukungan karir yang terbatas antar pekerja membuat mereka tidak memiliki ikatan yang kuat antar satu sama lain.
Baca Juga: Keputusan Unik Aji Santoso Geser Posisi Alwi Slamat, Bek Kiri Persebaya Surabaya
- Moralitas Rendah dan tingkat negatif yang tinggi
"Umumnya lingkungan yang tidak baik untuk ditinggali akan dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki moral rendah dengan hawa negatif yang tinggi. Contohnya seperti dipenuhi oleh hawa kompetisi yang saling menjatuhkan, menyerang personal rekan kerja, ataupun melakukan guilt tripping atau gaslighting."
Guna menciptakan hasil yang optimal, tentu sebuah lingkungan membutuhkan aura positif yang mendukung perusahaan maupun kondisi para karyawan. Untuk itu segala hal negatif perlu segera diatasi dengan melakukan manajemen dan pemahaman hingga ke akar masalah.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu