JAGOSATU.COM - Menerapkan diet saat hamil memerlukan perhatian pada asupan nutrisi yang mendukung perkembangan bayi dalam kandungan.
Menurut Unicef yang dilansir pada Sabtu (22/7), perempuan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda terutama saat hamil, sebelum hamil, dan selama masa menyusui.
Selama kehamilan, perempuan disarankan untuk menjalani pola makan yang sehat dan mengonsumsi suplementasi mikronutrien seperti zat besi, asam folat, dan kalsium.
Selain itu, perlu memantau kenaikan berat badan, berolahraga fisik ringan, dan istirahat yang cukup untuk memastikan kesehatan bayi dalam kandungan.
Baca Juga: Bukan Bermodal Privilege, Pemuda Ini Kaya Raya Berkat Keahlian Berinvestasi
Berikut adalah beberapa nutrisi yang harus dipenuhi oleh perempuan saat melakukan diet selama masa kehamilan:
-
Tambahan Energi: Perempuan hamil memerlukan tambahan kalori sekitar 300 hingga 500 kalori setiap harinya, khususnya mulai dari trimester kedua. Kebutuhan energi meningkat sebesar 18 persen pada trimester dua dan 23,5 persen pada trimester tiga.
-
Asupan Folat yang Cukup: Perempuan hamil harus memenuhi asupan folat untuk mencegah cacat tabung saraf yang dapat mempengaruhi otak dan tulang belakang bayi. Asupan folat harian yang direkomendasikan adalah sekitar 600 hingga 800 mg.
-
Konsumsi Protein: Konsumsi protein tanpa lemak seperti ayam, ikan, dan telur membantu pertumbuhan dan perkembangan janin. Disarankan untuk menambah asupan legum seperti kacang-kacangan untuk meningkatkan asupan protein.
-
Menunjang Kebutuhan Kalsium: Kebutuhan kalsium meningkat selama kehamilan. Susu kambing dan sapi, keju, ikan, tahu, tempe, sayuran berdaun hijau, dan sereal kaya kalsium adalah pilihan yang baik selama diet pada masa kehamilan.
-
Asupan Zat Besi: Memenuhi kebutuhan zat besi penting pada trimester kedua dan ketiga untuk mencegah anemia dan memastikan bayi lahir secara sehat. Makanan seperti ayam, telur, bayam, dan kangkung serta suplemen penambah zat besi dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Perlu diingat bahwa diet saat hamil harus dilakukan dengan cermat dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang tepat dan aman bagi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.(jpg)