Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Inisiatif Regulasi dan Insentif Pemerintah, Pengelolaan Lebih Baik terhadap Sampah Tekstil.

Aryanti Sasamu • 2023-08-08 09:28:33
Salah satu tenant di pusat perbelanjaan DKI Jakarta yang menjual produk fesyen hasil daur ulang sampah tekstil,
Salah satu tenant di pusat perbelanjaan DKI Jakarta yang menjual produk fesyen hasil daur ulang sampah tekstil,

JAGOSATU.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah merampungkan tahap kedua revisi Peraturan Menteri LHK Nomor 75 tahun 2019 yang mengatur tindakan produsen terhadap dampak lingkungan dari produk mereka.

Regulasi ini mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan pengurangan sampah.

Dalam revisi tersebut, penekanan khusus diberikan pada langkah-langkah produsen untuk mengurangi limbah tekstil.

Baik perusahaan besar maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam industri tekstil akan diminta untuk merancang rencana pengurangan limbah serta melaksanakan tindakan tersebut.

Langkah serupa sebelumnya sudah dijalankan oleh produsen makanan, minuman, produk berbahan plastik, dan logam.

Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Vinda Damayanti Ansjar, menyatakan bahwa saat ini sebanyak 120 produsen telah mengajukan konsep pengurangan sampah dari proses produksi mereka.

Baca Juga: Pertimbangan Penting Sebelum Menggunakan Pinjaman Online, Hindari Risiko yang Tidak Diinginkan.

Upaya ini akan diterapkan pula dalam sektor tekstil. Vinda mengungkapkan, "Langkah selanjutnya adalah menerapkan konsep ini pada sektor tekstil, setelah sebelumnya diberikan penghargaan kepada produsen yang berpartisipasi.

Selain regulasi, pemerintah juga berencana memberikan insentif berupa modal usaha untuk mendorong pelaku industri menerapkan langkah pengurangan sampah dan melaporkannya melalui rencana pengurangan limbah.

Vinda menjelaskan, Selain penghargaan, kami juga tengah merumuskan sistem insentif untuk langkah selanjutnya.

Dalam konteks masalah sampah tekstil yang terus bertambah di tempat pembuangan akhir, lautan, sungai, atau dibakar, desainer Chitra Subyakto merasa prihatin.

Melalui usaha fesyennya sejak September 2021, Chitra telah sukses mengubah sampah tekstil dan pakaian bekas menjadi produk fesyen bernilai tinggi yang bisa dijual hingga jutaan rupiah.

Chitra menjelaskan, Kami menerima pakaian dalam berbagai kondisi, meskipun robek atau rusak, selama bukan bahan poliester, kami dapat mendaur ulangnya. Ini merupakan kontribusi positif dari masyarakat.

Hingga Mei 2023, ia telah berhasil mengumpulkan 5.719 kilogram pakaian bekas yang diubah menjadi berbagai produk seperti pakaian, tas, fiber penyekat, insulator, peredam suara, benang, kain, dan aksesoris.

Produk fesyen hasil karya Chitra telah diterima dengan baik oleh masyarakat, bahkan mencapai pelanggan internasional di Malaysia dan Singapura.

Chitra mengajak masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah tekstil melalui tiga langkah praktis, yakni memilih pakaian yang tahan lama, memakai pakaian berulang kali, dan memperbaiki pakaian yang rusak. Ia juga mendorong praktik arisan pakaian dengan teman-teman untuk lebih berkelanjutan.

Suprihatin, seorang pengamat lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menyoroti urgensi penanganan sampah tekstil oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Petani Bali yang Menginspirasi, Dari Kebun di Pagi Hari hingga Bermain Golf Sepanjang Siang dan Sore.

Ia menunjukkan bahwa data dari KLHK pada tahun 2021 mencatat sekitar 2,3 juta ton sampah tekstil dihasilkan, tetapi hanya 0,3 juta ton yang didaur ulang.

Suprihatin menekankan pentingnya langkah konkret dalam mengatasi permasalahan ini, termasuk pengelolaan yang lebih baik, inovasi teknologi daur ulang yang sesuai, serta fasilitas pembuangan yang lebih baik disediakan.(antara)

Editor : Aryanti Sasamu
#tekstil #fesyen #Sampah Tekstill