JAGOSATU.COM - Tidak ada keraguan terhadap prestasi Jenny Yohana Kansil dalam dunia mode, baik di Indonesia maupun secara global.
Selain berhasil menciptakan karya-karyanya yang mengesankan, Jenny juga telah menghasilkan beberapa desainer terkenal Indonesia.
Di antara mereka adalah desainer Julianto dan Tities Sapoetra, yang mampu mencapai ketenaran setelah menimba ilmu di Istituto di Moda Burgo Indonesia, yang didirikan oleh Jenny.
Namun, ironisnya, Jenny pernah merasa bahwa dia tidak memiliki bakat dalam industri mode yang saat ini membantu membangun namanya.
Pada acara peluncuran buku biografinya yang berjudul 'Jejak Inovatif Jenny Yohana Kansil-Desainer & Pendiri Istituto di Moda Burgo Indonesia', Jenny mengungkapkan bahwa dulu dia tidak merasa memiliki bakat untuk terlibat dalam dunia mode.
Baca Juga: Putin Ungkap Persyaratan Penting untuk Mengakhiri Konflik Rusia-Ukraina
Terlebih lagi, dia tidak pernah membayangkan dirinya akan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang berdampak positif pada industri mode Indonesia.
Namun, Jenny juga menegaskan bahwa di dunia mode, bakat saja tidak cukup, keahlian juga sangat diperlukan. "Skill atau keahlian itu bisa dipelajari," ujar Jenny dalam waktu baru-baru ini.
Oleh karena itu, dalam buku setebal 168 halaman tersebut, Jenny membagikan kisah perjuangannya, mulai dari awalnya yang tidak memiliki pengalaman di dunia mode.
Baginya, tekad yang kuat dan kemampuannya untuk merespons peluang yang muncul telah membantu dia dalam mendirikan Istituto di Moda Burgo Indonesia, sekolah mode Italia pertama yang membawa pengetahuan mode Italia ke Indonesia.
Jenny juga menikmati peran sebagai pendidik selain menjadi pengusaha di dunia mode. Dia berbagi pengalaman tentang bagaimana dia harus memahami visi setiap muridnya dan membantu mereka mewujudkannya.
Dia mengakui bahwa siswa yang bergabung dengan Istituto di Moda Burgo Indonesia harus mampu memahami sistem mode dan bahkan membuat serta mengikuti sistem tersebut.
Ini karena kenyataan bahwa banyak manufaktur tidak bersedia bekerjasama dengan desainer Indonesia, yang menurut Jenny disebabkan oleh pendekatan yang kurang profesional.
Dalam bukunya, Jenny juga menceritakan bagaimana dia berhasil membawa Batik Durian, sebuah warisan khas dari Lubuklinggau, tampil dalam Emerging Talents Milan Fashion Show pada tahun 2021.
Setelah melewati perjalanan yang penuh tantangan, Jenny akhirnya mendapatkan penghargaan yang mengukuhkan namanya sebagai seorang desainer.
Pada tanggal 21 September 2022, Jenny menerima penghargaan 'The Genius of Gianni Versace Award' di Milan.
Baca Juga: Mengapa Baterai Smartphone Sering Cepat Habis? Inilah Kemungkinan Penyebabnya
Di akhir bukunya, Jenny menyatakan bahwa kesuksesan bukanlah akhir dari perjalanan. "Keberanian adalah aset yang sangat berharga.
Ini termasuk berani bermimpi, berani gagal, dan berani mencoba kesempatan yang paling sulit," demikian kata-kata inspiratif Jenny yang menjadi pembuka bukunya.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu