Jagosatu.com
Perayaan 17 Agustusan selalu identik dengan berbagai macam makanan khas Indonesia yang bikin nostalgia.
Selain menjadi sajian untuk meramaikan acara, makanan tradisional juga bisa jadi peluang bisnis yang menguntungkan.
Menurut Liputan6, jajanan tradisional yang dibalut nuansa merah putih semakin laris saat momen kemerdekaan.
Salah satunya adalah klepon merah putih, bola ketan isi gula merah yang ditaburi kelapa parut.
Klepon punya makna mendalam karena menyimpan isian manis yang jadi simbol kehidupan penuh kejutan.
Buat menarik pembeli, klepon bisa dibuat dengan warna merah dan putih untuk menyesuaikan tema kemerdekaan.
Selain klepon, ada juga serabi, makanan tradisional dari tepung beras dan santan yang punya sejarah panjang.
Serabi sering dikaitkan dengan budaya Jawa sejak era Kerajaan Mataram dan masih populer hingga sekarang.
Jajanan lain yang tak kalah menarik adalah cenil, kue kenyal dari singkong atau ketan dengan warna-warni cerah.
Cenil disajikan dengan kelapa parut dan siraman gula merah, jadi pilihan tepat untuk meriahkan 17 Agustus.
Menurut Liputan6, cenil melambangkan kebersamaan dan persatuan, cocok sekali dengan semangat kemerdekaan.
Ada juga getuk, jajanan dari singkong yang sempat populer sejak zaman penjajahan Jepang.
Getuk dibuat dari singkong tumbuk dengan gula dan kelapa, bahkan ada varian berwarna-warni yang disebut getuk lindri.
Tak kalah ikonik, kue putu juga jadi primadona dengan suara siulan khas saat dikukus.
Putu berasal dari tepung beras isi gula merah dan sudah dikenal sejak masa lampau, bahkan tercatat dalam Serat Centhini tahun 1814.
Jika ingin lebih tematik, putu bisa diberi pewarna merah putih agar makin sesuai dengan nuansa kemerdekaan.
Selain itu, ada lupis, ketan kukus yang dibungkus daun pisang dan disajikan dengan parutan kelapa dan gula jawa cair.
Lupis dikenal sebagai simbol persaudaraan karena ketannya yang lengket, melambangkan kebersamaan yang erat.
Tak lengkap rasanya tanpa onde-onde, jajanan bulat berisi kacang hijau dengan taburan wijen di luar.
Onde-onde dipercaya berasal dari Tiongkok Dinasti Tang dan melambangkan doa untuk keselamatan serta kebahagiaan bersama.
Dengan variasi makanan tradisional ini, momen 17 Agustusan bukan hanya jadi ajang perayaan, tapi juga ladang bisnis yang menjanjikan.
(m)
Editor : ALengkong