Jagosatu.com
Belakangan ini media sosial ramai membicarakan tren tidur ekstrem bernama sleepmaxxing.
Tren ini dianggap sebagai cara memaksimalkan tidur agar lebih sehat dan berkualitas.
Namun, di balik itu ternyata ada banyak praktik berbahaya yang tersembunyi di dalamnya.
Sleepmaxxing sering muncul di TikTok, X, hingga Instagram dalam bentuk video viral.
Banyak orang penasaran lalu mencoba tanpa tahu risiko yang bisa mengancam kesehatan.
Menurut Liputan6, salah satu praktiknya adalah menutup mulut dengan selotip saat tidur.
Cara ini diklaim bikin napas lewat hidung lebih lancar dan mengurangi dengkuran.
Tapi, dokter mengingatkan metode ini berbahaya terutama bagi penderita sleep apnea.
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang bikin napas sering terhenti sesaat tanpa sadar.
Kalau penderita sleep apnea dipaksa napas lewat hidung, bisa terjadi sesak bahkan fatal.
Praktik lain dalam sleepmaxxing adalah menggantung leher dengan tali saat tidur.
Menurut laporan, di China praktik ini pernah menyebabkan kasus kematian remaja.
Hal inilah yang bikin tren ini disebut sangat berbahaya jika diikuti tanpa pengawasan.
Selain fisik, sleepmaxxing juga bisa berdampak pada kondisi mental seseorang.
Orang bisa jadi terobsesi mengejar tidur sempurna sampai malah makin susah tidur.
Fenomena ini disebut orthosomnia, yaitu cemas berlebihan karena takut tidur tidak nyenyak.
Dilansir dari Liputan6, orthosomnia bisa bikin tubuh makin lelah dan stres berkepanjangan.
Tren ini juga dimanfaatkan oleh penjual produk tidur seperti camilan melatonin.
Padahal, di beberapa negara melatonin hanya boleh dipakai dengan resep dokter.
Sleepmaxxing menunjukkan kalau tidak semua tren viral di medsos aman dicoba.
Apakah kamu masih yakin tren ini bisa bikin tidur sehat, atau justru bahaya?
(m)