Jagosatu.com
Liburan ke Bali sering kali jadi impian banyak orang dari seluruh dunia.
Namun, sebuah kisah mengejutkan dialami turis asal Australia saat berada di Ubud.
Flavia McDonald bersama suami dan putrinya, Lorena, berlibur untuk merayakan Hari Ayah.
Mereka menginap di Seminyak sebelum memutuskan jalan-jalan ke Monkey Forest Ubud.
Saat asyik berjalan, seekor monyet tiba-tiba melompat ke bahu sang ayah.
Tak lama kemudian, monyet itu pindah ke tubuh Lorena dan langsung menggigit lehernya.
Keluarga ini sontak panik karena gigitan terjadi di bagian vital dekat kepala.
Lorena segera dibawa ke pos pertolongan pertama yang ada di kawasan wisata tersebut.
Petugas di pos hanya menyarankan untuk mencuci luka dengan sabun dan air.
Mereka juga mengatakan monyet-monyet di sana “bersih” dan tidak menularkan rabies.
Namun, sang ibu merasa khawatir dan tidak yakin dengan penjelasan itu.
Akhirnya mereka memutuskan membawa Lorena ke klinik medis untuk penanganan lanjutan.
Di klinik, Lorena mendapatkan suntikan anti-rabies dan obat pencegah infeksi virus Herpes B.
Menurut Liputan6, tagihan yang muncul mencapai Rp 69,2 juta, membuat keluarga syok.
Kabar ini langsung viral karena biaya medis dinilai terlalu tinggi untuk satu kali penanganan.
Namun, pihak klinik membantah bahwa tagihan mencapai Rp 69 juta.
Dilansir dari Detik, pihak klinik menyebut biaya sebenarnya sekitar Rp 48,6 juta.
Mereka menjelaskan yang diberikan bukan vaksin rabies biasa, melainkan HRIG atau Human Rabies Immunoglobulin.
HRIG adalah serum khusus yang dipakai untuk luka gigitan kategori III, yaitu gigitan di area berisiko tinggi.
Karena digigit di leher, prosedur penanganan harus lebih cepat dan dosis HRIG jadi lebih besar.
Biaya yang tinggi dipengaruhi oleh harga serum, jumlah vial sesuai berat badan, dan prosedur medis.
Meski mahal, keluarga akhirnya tetap membayar demi keselamatan sang anak.
Kasus ini jadi peringatan bahwa gigitan hewan liar di Bali bisa berakibat serius.
Dokter menegaskan, semua gigitan monyet di daerah risiko rabies harus segera ditangani medis.
Hal ini penting karena rabies adalah penyakit mematikan jika tidak ditangani cepat.
Bagi wisatawan, penting untuk selalu berhati-hati saat berinteraksi dengan satwa liar.
(m)
Editor : ALengkong