Jagosatu.com
Banyak orang percaya skincare berbahan kolagen bisa membuat kulit lebih kencang.
Padahal, tidak semua produk kolagen benar-benar bekerja sesuai klaim yang dijanjikan.
Kolagen sendiri adalah protein penting yang membuat kulit tetap elastis dan tidak kendur.
Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia memproduksi kolagen lebih sedikit dari sebelumnya.
Menurut dokter kulit, produk dengan label “berbasis kolagen” sering disalahpahami oleh masyarakat.
Dilansir dari Liputan6, molekul kolagen terlalu besar untuk menembus lapisan kulit.
Artinya, mengoleskan krim kolagen tidak serta-merta membuat kulit langsung bertambah kencang.
Meski begitu, ada jenis kolagen terhidrolisis atau peptides yang lebih mudah diserap tubuh.
Jenis ini biasanya ditemukan dalam bentuk suplemen, bukan skincare oles biasa.
Dokter menyebut manfaatnya lebih banyak pada hidrasi kulit, bukan langsung menambah kolagen.
Vitamin C adalah bahan aktif yang terbukti membantu pembentukan kolagen baru secara alami.
Retinol dan peptida juga direkomendasikan karena mampu merangsang produksi kolagen tubuh.
Selain bahan skincare, ada juga teknologi klinik yang bisa memicu kolagen baru.
Contohnya adalah microneedling radio frequency atau laser CO₂ fraksional di klinik kecantikan.
Teknologi tersebut bekerja dengan merangsang fibroblas, sel yang memproduksi kolagen.
Perangkat rumah seperti radiofrekuensi dan LED juga bisa membantu bila digunakan konsisten.
Namun, tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum mencoba perawatan tersebut.
Dokter menekankan gaya hidup sehat juga berperan penting menjaga kolagen alami kulit.
Pola makan bergizi, tidur cukup, dan perlindungan dari sinar matahari adalah kunci utama.
Jadi, jangan mudah tergiur produk dengan klaim kolagen ajaib, pahami dulu faktanya.
(anl)