Ahli Ungkap Alasan Utama Kesulitan Tidur Setelah Melakukan Olahraga Berat

ALengkong • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:42 WIB
Ilustrasi suasana interior pusat kebugaran atau gym yang dilengkapi dengan berbagai peralatan olahraga modern seperti barbel, rak angkat beban, dan mesin treadmill
Ilustrasi suasana interior pusat kebugaran atau gym yang dilengkapi dengan berbagai peralatan olahraga modern seperti barbel, rak angkat beban, dan mesin treadmill

JagoSatu.com - Banyak orang kerap mengeluhkan kesulitan memejamkan mata dan tertidur setelah menjalani sesi olahraga intens pada malam hari. Fenomena ini menjadi perhatian di kalangan praktisi kesehatan dan kebugaran jasmani. Para ahli mengungkap sejumlah faktor fisiologis yang menjadi penyebab utama gangguan tidur tersebut.

Secara umum, aktivitas fisik memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Namun, waktu pelaksanaannya memiliki peran penting dalam menentukan kualitas istirahat. Ketika seseorang melakukan latihan berintensitas tinggi menjelang waktu tidur, tubuh justru merespons dengan kondisi yang tidak mendukung relaksasi. Spesialis kesehatan tidur dan kedokteran olahraga menjelaskan bahwa peningkatan denyut jantung dan suhu inti tubuh menjadi faktor utama yang membuat seseorang tetap terjaga.

Selama berolahraga berat, sistem saraf simpatik bekerja secara aktif untuk mendukung performa otot. Kondisi ini menyebabkan tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke keadaan istirahat. Selain itu, hormon stres seperti kortisol dan adrenalin mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan hormon tersebut memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh berada dalam kondisi siaga, sehingga pikiran menjadi lebih sulit tenang dan proses menuju tidur pun terhambat.

Tidak hanya itu, peningkatan metabolisme tubuh setelah berolahraga juga menghasilkan efek termogenik yang membuat suhu inti tubuh tetap tinggi. Padahal, penurunan suhu tubuh merupakan sinyal alami bagi otak untuk memicu rasa kantuk. Ketika suhu tubuh masih berada di atas normal, otak menganggap kondisi tersebut belum ideal untuk beristirahat.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar individu memperhatikan waktu berolahraga agar tidak mengganggu kualitas tidur. Latihan fisik berintensitas tinggi sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau setidaknya beberapa jam sebelum waktu tidur. Hal ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk kembali ke kondisi normal melalui proses pendinginan yang optimal.

Dengan memahami respons biologis tubuh terhadap olahraga intens, masyarakat diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik dan kualitas istirahat yang optimal.

Editor : ALengkong
olahraga berat kesulitan tidur tips tidur nyenyak Kesehatan