JagoSatu.com - Dustin Passarelli, seorang veteran militer Amerika Serikat, telah divonis 55 tahun penjara atas pembunuhan terhadap Mustafa Ayoubi, 32 tahun.
Dustin Passarelli melakukan pembunuhan dengan menembak korban setelah meneriakkan hinaan Islamofobia kepada Mustafa Ayoubi, yang merupakan seorang pengungsi asal Afghanistan.
Setelah tiga hari persidangan, Dustin Passarelli terbukti bersalah di Negara Bagian Indiana, Midwest AS, atas pembunuhan terhadap Mustafa Ayoubi, 32 tahun, dengan penambahan hukuman karena penggunaan senjata api.
Pada saat pembunuhan terjadi di Kota Indianapolis pada bulan Februari 2019, Mustafa Ayoubi tidak bersenjata.
Hasil otopsi menunjukkan bahwa Ayoubi ditembak delapan kali, dengan tujuh tembakan di bagian belakang tubuhnya.
Setelah terjadi pertengkaran antara keduanya, Dustin Passarelli mengikuti Ayoubi hingga ke kompleks apartemen para migran dan mengeluarkan pernyataan Islamofobia seperti "Pulang ke negara kalian" sebelum melepaskan tembakan, menurut saksi mata.
Dalam pledoinya, Passarelli mencoba mengklaim bahwa gangguan stres pascatraumatik (PTSD) yang terkait dengan dinas militer merupakan penyebab dari penembakan tersebut.
Passarelli tidak dihadapkan pada tuduhan kejahatan kebencian, namun pembunuhan tersebut terjadi saat anggota dewan Indiana sedang memperdebatkan Rancangan Undang-Undang (RUU) kejahatan kebencian baru yang memungkinkan hukuman lebih berat untuk kejahatan yang didasari oleh "bias".
"Keluarga Ayoubi dan seluruh komunitas Muslim di Indiana terkena dampak dari tindakan ini dan merasa benci terhadap terdakwa yang hadir di persidangan hari ini," kata Jaksa Ryan Mears kepada media setempat.
"Kita tidak bisa memadamkan kebencian dengan satu langkah saja, tetapi kantor kejaksaan akan terus meminta pertanggungjawaban individu yang melakukan tindakan kebencian terhadap anggota komunitas kita," tambahnya.
Setelah pembacaan vonis, saudara perempuan korban, Zahra Ayoubi, menulis di Twitter: "Di dunia yang tercabik oleh prasangka dan ketakutan, Dia berdiri tegak, esensinya jelas.
Jiwa yang begitu bersinar, dipatahkan kebencian, di tengah malam.
Dia lebih dari sekadar korban, dia adalah nyala api, Dia berdiri dan mempermalukan kebencian. Keadilan ditegakkan!". (jpg)
Editor : Tina Mamangkey