Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Krisis Kemanusiaan di Jalur Migrasi Mediterania, UNICEF Catat 11 Kematian Anak Tiap Pekan.

Alfianne Lumantow • Sabtu, 15 Juli 2023 - 22:15 WIB
Sejak 2018, sekitar 1.500 anak tewas atau hilang saat mencoba menyeberangi Laut Mediterania Tengah, menurut perkiraan UNICEF.
Sejak 2018, sekitar 1.500 anak tewas atau hilang saat mencoba menyeberangi Laut Mediterania Tengah, menurut perkiraan UNICEF.

JAGOSATU.COM - Tahun ini, sebanyak 289 anak diperkirakan telah meninggal atau hilang, dengan rata-rata 11 anak setiap pekan, ketika mereka berusaha menyeberangi rute migrasi berbahaya di Laut Mediterania Tengah dari Afrika Utara ke Eropa, menurut laporan yang dirilis oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Jumat (14/7).

Data perkiraan dari UNICEF menunjukkan bahwa sejak 2018, sekitar 1.500 anak telah kehilangan nyawa atau hilang dalam upaya mereka menyeberangi Laut Mediterania Tengah.

Angka tersebut menyumbang hampir 20% dari total kematian atau kehilangan sekitar 8.274 orang yang tercatat dalam catatan Proyek Migran yang Hilang dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM).

Baca Juga: Anak-anak Kolombia yang Bertahan di Hutan Selama 5 Minggu Keluar dari Rumah Sakit Setelah 34 Hari Perawatan.

UNICEF menyatakan bahwa banyak kapal yang tenggelam di perjalanan melintasi Laut Mediterania Tengah tidak meninggalkan korban selamat atau tercatat, sehingga jumlah sebenarnya dari korban anak-anak hampir tidak mungkin diverifikasi dan kemungkinan jauh lebih tinggi.

Dalam upaya mencari keamanan, bersatu kembali dengan keluarga, dan mengejar masa depan yang lebih cerah, terlalu banyak anak naik perahu di pesisir Mediterania, hanya untuk kehilangan nyawa atau hilang dalam perjalanan, kata Catherine Russell, Direktur Eksekutif UNICEF, dalam sebuah pernyataan pers.

Russell juga menambahkan, Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa lebih banyak tindakan harus dilakukan untuk menciptakan jalur yang aman dan legal bagi anak-anak untuk mendapatkan perlindungan, sambil meningkatkan upaya penyelamatan di laut.

Pada akhirnya, harus ada tindakan lebih lanjut untuk mengatasi akar penyebab utama yang membuat anak-anak mempertaruhkan nyawa mereka.

 

Menurut UNICEF, sejak Januari 2023, diperkirakan sekitar 11.600 anak, dengan rata-rata 428 anak setiap pekan, telah tiba di pantai Italia setelah melakukan perjalanan dari Afrika Utara.

Baca Juga: Menarik tapi Nyata, 7 Pekerjaan Paling Aneh di Seluruh Dunia

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022, meskipun anak-anak tersebut masih menghadapi risiko besar.

Sebagian besar anak melakukan perjalanan dari Libya dan Tunisia setelah melewati perjalanan berbahaya dari negara-negara di Afrika dan Timur Tengah.

UNICEF juga mencatat bahwa dalam tiga bulan pertama tahun 2023, sekitar 3.300 anak, atau 71% dari total anak yang tiba di Eropa melalui rute ini, merupakan anak-anak tanpa pendamping atau terpisah dari orang tua atau wali sah mereka, yang menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi terhadap kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan.(antara)

Editor : Alfianne Lumantow
#anak - anak #migrasi #PBB