JAGOSATU,COM - Sanbao, sebuah kota terpencil di bagian barat laut Tiongkok, telah mencatat suhu udara yang melampaui 52 derajat Celcius.
Rekor ini menjadi catatan terbaru cuaca panas ekstrem di Tiongkok, mengalahkan suhu tertinggi sebelumnya pada 2015.
Dilansir dari Reuters, Selasa (18/7), media lokal yang dikelola pemerintah, Xinjiang Daily, melaporkan bahwa suhu udara di kota Sanbao, di Cekungan Turpan, Xinjiang, mencapai 52,2 derajat Celcius pada Minggu (16/7) waktu setempat.
Diperkirakan suhu ekstrem ini akan berlangsung setidaknya selama lima hari ke depan. Suhu yang terjadi di Sanbao ini memecahkan rekor sebelumnya ketika suhu mencapai 50,3 derajat Celcius di dekat wilayah Ayding pada tahun 2015.
Wilayah tersebut terletak di cekungan luas yang terdiri dari bukit pasir dan danau kering dengan kedalaman 150 meter di bawah permukaan laut.
Baca Juga: Tragedi Banjir di Korea Selatan: Empat Mayat Tambahan Ditemukan, Korban Meningkat Menjadi 49 Orang.
Sejak bulan April, sejumlah negara di Asia mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor, menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim yang cepat.
Para ahli iklim menyatakan bahwa target menjaga pemanasan global jangka panjang di bawah 1,5 derajat Celcius semakin sulit dicapai karena negara-negara di Asia baru-baru ini terkena dampak panas yang mencatat rekor.
Paparan suhu udara tinggi yang berkepanjangan di Tiongkok juga mengganggu jaringan listrik dan menghambat aktivitas pertanian.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kekeringan seperti yang terjadi tahun lalu, yang dianggap sebagai kekeringan terburuk dalam 60 tahun terakhir.
Pada minggu ini, Amerika Serikat dan Tiongkok berencana untuk meningkatkan upaya mereka dalam menghadapi pemanasan global.
Utusan khusus iklim AS, John Kerry, akan melakukan pembicaraan dengan mitra Tiongkoknya, Xie Zhenhua, di Beijing.(jpg)
Editor : Alfianne Lumantow