Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Putin Memperingatkan Bahaya Permainan Kekuatan dalam Konflik Agama

Tina Mamangkey • 2023-10-26 16:41:17
Presiden Rusia, Vladimir Putin (Sputnik/Pavel Bednyakov/Kremlin)
Presiden Rusia, Vladimir Putin (Sputnik/Pavel Bednyakov/Kremlin)

JAGOSATU.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi di Jalur Gaza sebagai "bencana kemanusiaan" dalam pertemuannya dengan para pemimpin agama di Moskow. Dalam pertemuan tersebut, Putin dengan tegas menyatakan pendapatnya.

"Orang-orang tidak bersalah tidak seharusnya menanggung kejahatan yang dilakukan oleh yang lain," ujarnya dalam kutipan yang dilansir dari Antara pada Kamis (26/10).

Putin secara tegas menentang konsep "tanggung jawab kolektif" untuk tindakan yang dilakukan oleh sekelompok individu, dan ia mengutip bahwa lansia, perempuan, dan anak-anak menjadi korban dalam serangan Israel di Gaza.

Lebih lanjut, Putin menegaskan komitmen Rusia terhadap solusi dua negara sebagai "kunci bagi penyelesaian dan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah."

Putin menggarisbawahi pentingnya menghentikan pertumpahan darah dan tindakan kekerasan, sambil memperingatkan kemungkinan penyebaran konflik di luar wilayah Timur Tengah.

Presiden Rusia juga menuduh adanya "kekuatan tertentu" yang memanipulasi sentimen agama dan nasionalisme untuk menciptakan ketidakstabilan dan kekacauan demi kepentingan mereka sendiri.

"Muslim dihasut untuk melawan Yahudi, Syiah dihasut untuk melawan Sunni, Ortodoks dihasut untuk melawan Katolik. Di Eropa, mereka menutup mata dari penistaan dan vandalisme terhadap hal-hal yang dianggap suci bagi Muslim. Di beberapa negara, para penista Nazi terang-terangan dihormati dalam forum resmi," tegas Putin.

Selain itu, Putin merujuk kepada situasi di Ukraina, di mana Gereja Ortodoks kanonik sedang berjuang melawan perpecahan di kalangan umat Kristen.

Putin menilai bahwa tujuan dari semua tindakan tersebut jelas, yaitu meningkatkan ketidakstabilan global, memecah belah budaya, masyarakat, dan agama di seluruh dunia dengan tujuan menciptakan konflik peradaban yang didasarkan pada prinsip "divide et impera," yang terkenal sebagai strategi pemecah-belah.

"Ada diskusi tentang 'tatanan dunia baru', yang sebenarnya esensinya sama, yaitu hipokrasi, standar ganda, klaim eksklusivitas, untuk mendominasi secara global, dan mempertahankan sistem yang pada dasarnya bersifat neokolonial," pungkas Putin. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Palestina #Perang Palestina dan Israel #gaza dibombardir #putin bela korut