Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kisah Haru Bayi Prematur 1,5 Kg Wafat di Tasikmalaya, Penyebabnya Mengejutkan

Nur Fadilah • 2023-11-21 15:27:50

Ilustrasi: bayi prematur
Ilustrasi: bayi prematur

JAGOSATU.COM
-Sebuah kabar menggemparkan melanda media sosial ketika seorang ibu berbagi kisah tragis tentang adik iparnya yang baru melahirkan dan meninggal dunia setelah dijadikan konten oleh sebuah klinik di Tasikmalaya.

"Bayi prematur dengan berat 1,5 kg tersebut, yang lahir pada 13 November 2023, diduga tidak mendapatkan perawatan intensif yang seharusnya, malah menjadi subjek sesi 'newborn photography' tanpa izin dari pihak keluarga.

Puncak kemarahan masyarakat diungkapkan melalui akun Instagram @nadiaanastasyasilvera, yang diketahui sebagai kakak dari ayah bayi yang meninggal.

Baca Juga: Dua Pelaku Penjual Obat Keras Terancam 12 Tahun Penjara

Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan kronologis peristiwa yang diarahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Kejadian tersebut mencuatkan serangkaian keluhan, mulai dari kurangnya perhatian bidan yang terlibat hingga penggunaan ibu bayi prematur sebagai bahan praktek bagi mahasiswa di klinik tersebut.

Video yang diunggah oleh keluarga menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan klinik.

"Keluarga merasa bahwa tidak ada upaya maksimal untuk memberikan perawatan yang baik pada ibu bayi tersebut. Bahkan, adik ipar yang baru melahirkan dijadikan bahan praktek tanpa persetujuan, menunjukkan kurangnya etika dan rasa tanggung jawab dari pihak klinik.

Dalam video lainnya, terlihat emosi yang meluap dari pihak keluarga, merespon dengan marah atas kurangnya perawatan intensif yang menyebabkan kehilangan nyawa sang bayi.

Mereka mengecam tindakan biadab klinik tersebut, menyebutkan bahwa bayi prematur tersebut diduga tidak dimasukkan ke dalam inkubator, malah dijadikan konten foto, bahkan hingga saat dimandikan.

Akun Instagram @nadiaanastasyasilvera menuliskan rasa kekecewaan yang mendalam terhadap pelayanan klinik dan mempertanyakan etika profesi kesehatan. "Bukan saya tidak menerima takdir, kami sudah ikhlas menerima takdir, tapi yang tidak kami terima adalah perlakuan kalian, perawatan kalian yang SANGAT BIADAB sehingga membuat seorang bayi yang suci tidak berdosa (keponakan saya) meninggal dunia!" tulis akun tersebut.

Kisah tragis ini mencuatkan serangkaian pertanyaan mengenai etika klinik dan standar perawatan kesehatan.

Masyarakat pun menuntut klarifikasi dan tindakan tegas dari pihak berwenang terkait insiden ini.

Klinik Tasikmalaya dihadapkan pada tekanan besar untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka, sementara keluarga yang berduka berharap agar kejadian ini menjadi peringatan bagi penyedia layanan kesehatan lainnya untuk tidak mengabaikan etika dan kewajiban profesional mereka.(viva)

Editor : Nur Fadilah
#bayi prematur #tasikmalaya #meninggal