JAGOSATU.COM - Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, mengundang Elon Musk setelah sang miliarder melakukan kunjungan ke Israel pada Selasa (28/11) dan menyatakan dukungan ke negara tersebut.
Saat berdiskusi dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Elon Musk menyatakan persetujuannya terhadap upaya menghancurkan Hamas untuk mencapai perdamaian dengan Palestina.
"Tak ada pilihan, saya pun ingin membantu, mereka yang berniat membunuh harus dinetralisir," kata Elon Musk.
Menanggapi dukungan Musk terhadap tindakan Israel, Osama Hamdan menantangnya untuk melihat langsung situasi di Gaza.
Dalam konferensi pers di Beirut, Hamdan mengundang Musk untuk mengunjungi Gaza dan melihat dampak pembantaian terhadap rakyat setempat.
Osama Hamdan juga meminta masyarakat internasional untuk mengirimkan tim pertahanan sipil khusus guna membantu evakuasi jenazah yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Kementerian Luar Negeri Palestina melaporkan ribuan orang masih terperangkap dalam reruntuhan akibat serangan militer Israel.
Gencatan senjata antara Israel dan Palestina, yang dimulai pada Jumat (25/11), diperpanjang menjadi dua hari setelah tujuh pekan pertempuran tanpa henti.
Kesepakatan ini melibatkan mediasi dari berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar, memberikan harapan baru untuk mengakhiri penderitaan warga sipil di Gaza.
Perjanjian mencakup pembebasan bertahap tawanan dan sandera yang ditahan baik oleh Israel maupun Hamas, serta pengiriman bantuan kemanusiaan secara masif.
Sejak dimulainya gencatan senjata, Hamas telah membebaskan 81 orang, termasuk 60 warga Israel, sementara Israel membebaskan 150 tahanan sebelum pembebasan pada hari Selasa. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey