Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Zara Dikecam Usai Rilis Koleksi Terbaru yang Mirip Kondisi Palestina

Tina Mamangkey • 2023-12-12 13:02:31
Amancio Ortega yang merupakan pemilik ZARA. (thesun.co.uk)
Amancio Ortega yang merupakan pemilik ZARA. (thesun.co.uk)

JAGOSATU.COM - Brand fashion ternama asal Spanyol, Zara, kembali terjerat dalam kontroversi setelah meluncurkan koleksi terbaru mereka, "The Jacket".

Koleksi ini menuai kritik tajam karena dianggap menghina para korban di Palestina.

Publik menilai bahwa jaket tersebut dengan lubang-lubang besar mengingatkan pada kondisi rumah warga Palestina yang rusak akibat serangan dan bom Israel.

Dampaknya, Zara mendapat kecaman luas di media sosial, dianggap kurang simpati terhadap penderitaan warga Gaza Palestina.

Boikot terhadap produk Zara pun menjadi trend di berbagai platform sosial, sementara banyak pihak menuntut permintaan maaf dari brand tersebut.

Ini bukan kali pertama Zara terlibat dalam kontroversi terkait isu Palestina.

Pada tahun 2022, waralaba Zara di Israel mendukung kampanye politisi sayap kanan ultra Israel, Itamar Ben-Gvir, menciptakan kontroversi yang serupa.

Sementara itu, Zara didirikan oleh Amancio Ortega, seorang miliarder eksekutif mode asal Spanyol, lahir pada tahun 1936 di Busdongo de Arbas.

Dalam laporan dari britannica.com pada Selasa (12/12), Ortega memiliki perjalanan hidup yang menarik.

Meskipun berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit, ia memulai karirnya di industri pakaian sejak remaja.

Ortega menghadapi masa sulit, bahkan tinggal di sebuah rumah pengemis ketika ibunya, seorang pembantu rumah tangga, memohon kredit di toko-toko lokal.

Kesulitan ekonomi membuatnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan dan mulai bekerja di usia 14 tahun.

Pekerjaan pertama Ortega sebagai asisten toko membuka jalan bagi kemahirannya dalam membuat pakaian secara manual.

Pada tahun 1963, setelah sepuluh tahun mengelola koperasi menjahit, ia mendirikan perusahaan Confecciones Goa yang memproduksi jubah mandi.

Sukses dengan konsep Fast Fashion, Zara, yang awalnya bernama Zorba, telah berkembang pesat dan menjadi salah satu brand fashion paling populer di dunia.

Dengan lebih dari 1.000 gerai di seluruh dunia, Zara adalah bagian dari Inditex, perusahaan induk yang juga memiliki brand terkenal seperti Pull & Bear, Stradivarius, Massimo Dutti, dan Bershka.

Amancio Ortega, berkat keahliannya dalam mengelola rantai suplai yang efisien, telah meraih kesuksesan finansial.

Kini, sebagai salah satu miliarder Spanyol terkaya, kekayaannya mencapai ratusan miliar rupiah.

Keberhasilannya dalam memahami dan memenuhi tren fashion terkini dengan cepat membuatnya menjadi tokoh kunci dalam industri fashion global. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Palestina #Zara #kontroversi #SPANYOL #Israel