Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pentagon Siapkan "Neraka Drone" untuk Halangi Invasi Tiongkok ke Taiwan!

Toar Rotulung • Selasa, 20 Agustus 2024 - 16:19 WIB

ilustrasi neraka drone
ilustrasi neraka drone
jagosatu.com- Pentagon sedang merancang strategi besar untuk melindungi Taiwan dari potensi serangan militer besar-besaran dari Tiongkok. Strategi ini melibatkan penggunaan ribuan drone untuk menciptakan apa yang disebut sebagai "neraka tanpa awak" di kawasan tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk menunda serangan Tiongkok cukup lama sehingga Amerika Serikat dan sekutunya dapat memobilisasi kekuatan militer tambahan di wilayah tersebut.

Keunggulan Drone Tiongkok

Tiongkok saat ini memiliki keunggulan signifikan dalam teknologi dan kapasitas produksi drone militer. Mereka telah menyalin hampir semua drone besar dan drone ketinggian menengah yang dimiliki AS, serta mampu memproduksi versi yang lebih murah dari drone-drone seperti MQ-9 Reaper dan RQ-4 Global Hawk. Selain itu, Tiongkok juga memiliki banyak drone kecil yang bisa diluncurkan dari daratan Tiongkok, yang dapat digunakan dalam konflik berkepanjangan.

Sebaliknya, pasukan Amerika dan Taiwan tidak memiliki persediaan drone yang besar atau kombinasi drone yang tepat untuk secara efektif mengalahkan invasi Tiongkok. Taiwan sangat membutuhkan banyak drone ini dan harus segera mengintegrasikannya ke dalam taktik dan formasi militer yang lebih luas.

Inisiatif Replicator

Untuk mewujudkan visi ini, Pentagon meluncurkan inisiatif bernama Replicator yang bertujuan memproduksi ribuan sistem otonom yang dapat dipakai dalam berbagai domain dalam waktu 18 hingga 24 bulan. Beberapa perkembangan utama meliputi:

Tantangan dan Kekhawatiran

Meski rencana ini ambisius, ada kekhawatiran terkait kapasitas industri pertahanan AS untuk memproduksi drone dalam skala yang dibutuhkan. Laporan dari Center for a New American Security (CNAS) memperingatkan bahwa basis industri saat ini mungkin tidak mampu memproduksi jumlah drone yang cukup untuk perang dengan Tiongkok.

Stacie Pettyjohn, seorang peneliti senior dan direktur program pertahanan di CNAS, menyoroti kerentanan utama: "Bahkan jika Taiwan memiliki drone buatan Tiongkok, mereka harus meretas setiap sistem untuk memastikan tidak dapat dilacak oleh DJI atau tidak memiliki kerentanan serupa."


Strategi "neraka drone" Pentagon mencerminkan perubahan besar dalam pemikiran militer, menekankan peran penting sistem tanpa awak dalam peperangan modern. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuan AS untuk meningkatkan produksi dan berinovasi dengan cepat, mencerminkan kelincahan yang telah kita lihat dalam pengembangan drone komersial. Masa depan peperangan tampaknya semakin banyak melibatkan sistem tanpa awak.

(ShellyneSalainti)

Editor : Toar Rotulung
#Strategi Pentagon #Konflik Taiwan Tiongkok #Peperangan modern tanpa awak #drone militer #Inisiatif Replicator #Neraka drone