Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Presiden Zelenskyy Tuntut AS Jamin Keamanan Ukraina Selama 20 Tahun, Juga Desak Kepastian Keanggotaan di Uni Eropa

Pratama Karamoy • 2026-02-16 16:54:21
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat diskusi panel Munich Security Conference di Jerman 14 Februari
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat diskusi panel Munich Security Conference di Jerman 14 Februari

MUNICH – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan negaranya tak akan menandatangani perjanjian damai dengan Rusia tanpa jaminan keamanan minimal 20 tahun dari Amerika Serikat. Dalam pidatonya di Munich Security Conference, dia juga mendesak kepastian keanggotaan Ukraina di Uni Eropa. Selain itu, dia juga mengkritik tekanan konsesi dari Washington dan menyoroti retakanya solidaritas Barat menjelang perundingan trilateral pekan depan.

 

Pada Sabtu (14/2), Zelenskyy mengungkapkan bahwa AS sejauh ini baru menawarkan jaminan keamanan selama 15 tahun. Menurutnya, Kyiv membutuhkan minimal 20 tahun dengan skema perlindungan yang jelas dan mengikat secara hukum. Ini termasuk dukungan konkret terhadap rencana penempatan pasukan penjamin keamanan Eropa di Ukraina pasca-gencatan senjata. ”Amerika sering kembali ke topik konsesi, dan terlalu sering konsesi itu hanya dibahas dalam konteks Ukraina, bukan Rusia,” ujarnya seperti dilansir dari The Guardian.

 

Dia juga membeberkan bahwa Washington sempat mengusulkan agar Ukraina menarik diri dari wilayah Donbas demi mempercepat perdamaian. Namun, opsi tersebut ditolak. ”Orang-orang Ukraina tinggal di sana. Itu bukan pilihan,” tegas Zelenskyy. Desakan percepatan kesepakatan sebelumnya datang dari Presiden Amerika Donald Trump, yang meminta Kyiv segera sepakat dengan Rusia. Washington sendiri belum merinci konsekuensi jika Ukraina menolak skema yang diajukan.

 

Zelenskyy turut mendesak kepastian tanggal aksesi Ukraina ke Uni Eropa. Sejumlah pejabat Eropa menyebut 2027 sebagai target yang mungkin, tetapi belum ada keputusan resmi. Dia juga mengkritik minimnya peran Eropa dalam meja perundingan, menyebutnya sebagai kesalahan besar.

 

Baca Juga: Pengerjaan Bandara Situbondo Melibatkan Pekerja Lokal

 

Di tengah diplomasi yang berjalan alot, situasi di lapangan masih panas. Zelenskyy menyebut hampir seluruh fasilitas energi Ukraina terdampar serangan Rusia. Sejumlah pemimpin Eropa memperkirakan perang masih akan berlangsung setidaknya dua tahun lagi, meski mereka mengklaim siap menopang Ukraina dalam jangka panjang.

 

Terkait dukungan eksternal Moskow, Zelenskyy kembali menuding Iran memasok drone Shahed yang digunakan menyerang infrastruktur sipil Ukraina. Menurutnya, rezim di Teheran tak boleh dibiarkan memperpanjang konflik.

 

Sementara itu dilansir dari Sky.com, Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio membeberkan sempat bertemu Zelenskyy di Munich. Dalam kesempatan itu mereka membicarakan kemitraan pertahanan dan ekonomi. ”Presiden Trump menginginkan solusi yang mengakhiri pertumpahan darah untuk selamanya,” katanya. (lyn/len/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global